Page 796 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 796
"Berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menaker Nomor 6
tahun 2016 tentang THR bagi pekerja di perusahaan, pemberian THR merupakan kewajiban
yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja," ujar Ida dalam konferensi pers virtual
di Jakarta, Senin (12/4/2021).
Berdasarkan kedua aturan tersebut, THR dilaksanakan dengan memperhatikan beberapa hal.
"Pertama, THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja
satu bulan secara terus menerus atau lebih dan THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh
yang mempunyai hubungan kerja dengan pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak
tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu," jelas Ida.
Dia pun menjelaskan terkait besaran THR yang kemudian diperoleh oleh pekerja/buruh. Bagi
pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, diberikan
THR sebesar 1 bulan upah. Bagi pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara
terus menerus kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional dengan perhitungan jumlah
masa kerja per 12 dikalikan 1 bulan upah.
"Bagi pekerja yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, ada hitungannya tersendiri,"
ucap Ida.
795

