Page 817 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 817

THR LEBARAN JUGA TAK BOLEH DICICIL!

              Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menegaskan pengusaha tidak boleh mencicil
              pembayaran tunjangan hari raya ( THR ) kepada karyawan. THR harus diterima pekerja secara
              penuh sesuai haknya.

              Ida  menjelaskan  bahwa  pemerintah  sudah  memberikan  dukungan  dalam  berbagai  bentuk
              kepada  pengusaha.  Dukungan  itu  untuk  mengatasi  dampak  pandemi  COVID-19  agar
              perekonomian  bergerak.  Oleh  karenanya,  dirinya  meminta  komitmen  pengusaha  untuk
              membayar THR secara penuh kepada karyawan.

              "Seiring  dengan  kebijakan  pemerintah  terkait  dengan  penanganan  pandemi  COVID-19  dan
              pemulihan ekonomi nasional, untuk itu diperlukan komitmen para pengusaha untuk membayar
              THR secara penuh dan tepat waktu kepada para pekerja atau buruh," kata Ida dalam konferensi
              pers virtual, Senin (12/4/2021).

              Dijelaskannya,  pada  2020,  pemerintah  telah  mengizinkan  pengusaha  mencicil  dan  menunda
              pembayaran THR karena terdampak pandemi COVID-19. Tapi sekarang ekonomi sudah mulai
              pulih.

              "Alhamdulillah pemerintah melakukan banyak hal. Roda perekonomian sudah mulai bergerak,
              kegiatan ekonomi masyarakat juga sudah mulai membaik kembali, meski secara terbatas menuju
              ke arah pemulihan ekonomi dan kembali ke zona positif pertumbuhan ekonomi nasional kita,"
              paparnya.

              Meskipun THR tak boleh dicicil, perusahaan yang tidak mampu hanya diperbolehkan menunda
              pembayaran THR sebelum Hari Raya Idul Fitri atau H-1 Lebaran. Itu pun harus dibuktikan dengan
              data yang menyatakan bahwa perusahaan yang bersangkutan memang tidak mampu membayar
              tepat waktu, yaitu H-7 Lebaran.

              "Bagi pengusaha yang tidak mampu membayar agar melakukan dialog dengan pekerja atau
              buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan disertai itikad baik.
              Kesepakatan dibuat secara tertulis mengenai waktu pembayaran THR keagamaan dengan syarat
              paling lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan tahun 2021," katanya.

              Lanjut halaman berikutnya.

              Dia menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak menghilangkan ke kewajiban pengusaha
              untuk membayar THR keagamaan kepada pekerja dengan besaran sesuai ketentuan peraturan
              perundang-undangan. Artinya THR harus dibayar penuh.

              "Kesepakatan ini tidak menghilangkan kewajiban pengusaha untuk membayar THR keagamaan
              tahun 2021 kepada pekerja atau buruh dengan besaran sesuai ketentuan peraturan perundang-
              undangan," tambah Ida.


















                                                           816
   812   813   814   815   816   817   818   819   820   821   822