Page 814 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 814
Judul Menaker wajibkan THR 2021 dibayar paling lambat sebelum Lebaran
Nama Media jabar.antaranews.com
Newstrend Aturan THR 2021
Halaman/URL https://jabar.antaranews.com/berita/259698/menaker-wajibkan-thr-
2021-dibayar-paling-lambat-sebelum-lebaran
Jurnalis Yuniardi Ferdinan
Tanggal 2021-04-12 10:18:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Kementerian Ketenagakerjaan
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Saya perlu sampaikan beberapa hal THR
keagamaan adalah merupakan pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha
kepada pekerja atau buruh paling lama tujuh hari sebelum hari raya keagamaan tersebut tiba
negative - Ida Fauziyah (Menteri Ketenagakerjaan) Mengenai waktu pembayaran THR
keagamaan dengan syarat paling lambat dibayar sebelum hari raya keagamaan tahun 2021
pekerja atau buruh yang berdasarkan laporkan keuangan internal perusahaan yang transparan
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran tunjangan hari
raya (THR) 2021 mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan perundangan-undangan
meski diberi dispensasi pembayaran paling lambat sehari sebelum hari raya. "Saya perlu
sampaikan beberapa hal THR keagamaan adalah merupakan pendapatan non-upah yang wajib
dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh paling lama tujuh hari sebelum hari raya
keagamaan tersebut tiba," kata Menaker Ida dalam konferensi pers virtual Kementerian
Ketenagakerjaan yang dipantau dari Jakarta pada Senin.
MENAKER WAJIBKAN THR 2021 DIBAYAR PALING LAMBAT SEBELUM LEBARAN
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran
tunjangan hari raya (THR) 2021 mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan
perundangan-undangan meski diberi dispensasi pembayaran paling lambat sehari sebelum hari
raya.
"Saya perlu sampaikan beberapa hal THR keagamaan adalah merupakan pendapatan non-upah
yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja atau buruh paling lama tujuh hari
sebelum hari raya keagamaan tersebut tiba," kata Menaker Ida dalam konferensi pers virtual
Kementerian Ketenagakerjaan yang dipantau dari Jakarta pada Senin.
813

