Page 809 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 809
"THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan," kata
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah saat jumpa pers di Jakarta, Senin (4/2/2021).
Menaker resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor M/6/HK.04/IV/2021 Tentang Pelaksanaan
Pemberian Tunjangan Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan. SE
ini diterbitkan mengacu Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 tahun 2021 dan Peraturan Menteri
Ketenagakerjaan Nomo 6 tahun 2016.
"Berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan dan Peraturan Menaker Nomor 6
tahun 2016 tentang THR bagi pekerja di perusahaan, pemberian THR merupakan kewajiban
yang harus dilaksanakan oleh pengusaha kepada pekerja," katanya.
Dalam aturan tersebut, THR harus dilaksanakan dengan memperhatikan beberapa hal. Pertama,
THR diberikan kepada pekerja yang telah mempunyai masa kerja satu bulan secara terus
menerus atau lebih.
"THR Keagamaan diberikan kepada pekerja/buruh yang mempunyai hubungan kerja dengan
pengusaha berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu
tertentu," kata Ida.
Soal besaran THR, kata dia, bagi pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
menerus atau lebih diberikan THR sebesar 1 bulan upah. Bagi pekerja yang telah mempunyai
masa kerja satu bulan secara terus menerus kurang dari 12 bulan, diberikan proporsional dengan
perhitungan jumlah masa kerja per 12 dikalikan 1 bulan upah.
"Bagi pekerja yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, ada hitungannya tersendiri,"
ucapnya.
Editor : Rahmat Fiansyah.
808

