Page 807 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 807

itu,  dia  pun  meminta  seluruh  perusahaan  untuk  membagikan  THR  tepat  waktu  dan  sesuai
              dengan jumlah yang dibayarkan.
              "Tadi disampaikan bahwa sudah waktunya pihak swasta untuk memberikan THR," katanya usai
              sidang rapat kabinet, Rabu (7/4).

              Airlangga  menekankan,  seluruh  perusahaan  wajib  membayarkan  THR  kepada  karyawan.
              Terlebih, pemerintah sudah memberikan berbagai insentif kepada perusahaan agar tetap bisa
              tumbuh. Beberapa fasilitas sudah diberikan pemerintah diantaranya adalah PPnBM. Fasilitas ini
              berhasil  menaikan  penjualan  kendaraan  di  bulan  Maret  sebesar  143  persen.  Di  sisi  lain
              pemerintah juga memberikan insentif pajak untuk sektor perumahan.

              "Kemudian PPN ditanggung pemerintah ini mengakibatkan kenaikan penjualan di bulan maret
              MBR itu rumahnya adalah 10 persen menengah 20persen dan tinggi 10 persen," jelasnya.

              Reporter:  Dwi  Aditya  Putra  Sumber:  Merdeka.com  Terkait  adanya  laporan  pengusaha  yang
              belum  membayarkan  THR  tahun  2020,  Menteri  Ketenagakerjaan  Ida  Fauziyah  menjelaskan
              pihaknya sudah mendapatkan laporan tersebut dan semua laporan sudah ditindaklanjuti oleh
              Disnaker Provinsi dan Disnaker Kabupaten/ Kota.

              "Untuk  laporan  pengusaha  yang  belum  membayarkan  THR  tahun  2020  itu  juga  sudah
              ditindaklanjuti oleh Pengawas Pusat dan Pengawas Provinsi," kata dia dalam keterangan tertulis
              di Jakarta, Senin (5/4/2021).

              "Pada waktu itu lebih banyak soal pengaduan cara pembayaran THR, kemudian ada beberapa
              laporan tentang pengawasan penegakan hukumnya bagi pelaku usaha yang tidak memenuhi
              pembayaran THR tersebut. Semuanya sudah ditindaklanjuti," lanjut Menaker Ida.

              Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, menyatakan bahwa skema pembayaran
              Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan tahun 2021 masih dibahas dengan melibatkan Dewan
              Pengupahan Nasional (Depenas) dan Tripartit Nasional (Tripnas).

              "Proses sekarang pembahasan di Tim Kerja Depenas dan Badan Pekerja Tripnas. Masukannya
              sudah  disusun  oleh  kedua  tim  kerja  tersebut,  baik  Depenas  maupun  Tripnas.  Nanti  akan
              disampaikan  melalui  rapat  pleno  Tripartit  Nasional,"  kata  Menaker  Ida  usai  menghadiri
              Musyawarah  Nasional  (Munas)  II  Federasi  Kesatuan  Serikat  Pekerja  Nasional  (FKSPN)  di
              Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/4/2021).

              Menaker Ida menjelaskan, pembahasan THR dilakukan salah satunya oleh Tripartit Nasional.
              Lembaga ini melibatkan unsur pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh. "Tripartit Nasional ini
              memberikan  saran kepada  Menaker  untuk  mengambil  langkah-langkah terkait dengan THR,"
              jelas Menaker Ida.

              Pembahasan THR pun dilakukan dengan melibatkan saran dan masukan dari Dewan Pengupahan
              Nasional,  sehingga  nanti  diharapkan  dapat  menghasilkan  keputusan  terbaik.  "Kami  akan
              mendengarkan laporan dari Tim Kerja Depenas dan Badan Pekerja Tripartit Nasional. Setelah itu
              baru akan dikeluarkan ketentuan melalui Surat Edaran THR," kata Ida.

              Menaker Ida menambahkan, kondisi ekonomi saat ini memang belum pulih seperti sediakala
              sejak  terjadinya  pandemi  COVID-19.  Namun  begitu,  THR  tetaplah  merupakan  kewajiban
              pengusaha kepada pekerja/buruh yang harus ditunaikan.

              Untuk itu, Menaker Ida menegaskan bahwa pihaknya masih mendengarkan masukan berbagai
              pihak. "Tentu saja secara umum kami sampaikan bahwa THR itu adalah kewajiban pengusaha
              yang dibayarkan kepada pekerja. Ini adalah pendapatan nonupah yang biasanya diberikan pada
              saat-saat momentum Hari Raya Keagamaan," terangnya.

                                                           806
   802   803   804   805   806   807   808   809   810   811   812