Page 831 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 831

kepada para tenaga kerjanya. Kebijakan yang ditetapkan dalam Surat Edaran (SE) ini berbeda
              dengan tahun 2020 di mana pemerintah sudah memberikan kelonggaran kepada pengusaha.
              "Umat Islam tidak hanya menunggu bulan Ramadan tapi juga THR untuk penuhi kebutuhan
              pekerja dan keluarganya dalam menyambut Idul Fitri," katanya dalam konferensi pers Tunjangan
              Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 yang digelar Senin (12/9).



              TOK! PENGUSAHA WAJIB BAYAR PENUH THR 2021, INI ALASAN MENAKER
              Jakarta, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah resmi menetapkan bahwa Tunjangan Hari Raya
              (THR)  pada  hari  raya  Lebaran  tahun  ini  harus  dibayar  secara  penuh  dan  tepat  waktu  oleh
              pengusaha kepada para tenaga kerjanya. Kebijakan yang ditetapkan dalam Surat Edaran (SE)
              ini berbeda dengan tahun 2020 di mana pemerintah sudah memberikan kelonggaran kepada
              pengusaha.

              "Umat Islam tidak hanya menunggu bulan Ramadan tapi juga THR untuk penuhi kebutuhan
              pekerja dan keluarganya dalam menyambut Idul Fitri," katanya dalam konferensi pers Tunjangan
              Hari Raya Keagamaan Tahun 2021 yang digelar Senin (12/9).

              "Kita tahu pemerintah sudah kasi dukungan dalam berbagai bentuk dukungan pengusaha untuk
              atasi  dampak  pandemi  Covid-19  agar  perekonomian  masyarakay  bergerak  seiring  kebijakan
              pemerintah terkai penanganan pandemi dan pemulihan eko. Oleh karena itu butuh komitmen
              pengusaha  untuk  bayar  THR  secara  penuh  dan  tepat  waktu  ke  pekerja  atau  buruh,"  tegas
              Menaker.

              Dia  mengatakan,  Kemenaker  sudah  melakukan  diskusi  dengan  tripartit  nasional  dan  Dewan
              Pengupahan Nasional, dan juga melakukan komunikasi intens dengan para. serikat pengusaha
              dan buruh dalam kesepahaman soal THR 2021.

              "2020,  kami  telah  berikan  kelonggaran  ke  perusahaan  yang  tidak  mampu  bayar  THR  dalam
              waktu ditentukan agar melakukan dialog antara pengusaha dan buruh yang menyepakati THR
              secara  bertahap  waktu  itu.  Wktu  itu  pertimbangannya  adalah  kelangsungan  usaha.  Nah
              alhamdulilah pemerintah lakukan banyak hal, roda perekonomian mulai bergerak, kegiatan eko
              masyarakat sudah membaik, meski terbatas tapi menuju ke pemulihan ekonomi," tegas Ida.

              Sebab  itu,  dia  menegaskan  atas  dasar  itu  Kemenaker  perlu  menyampaikan  bahwa  THR
              keagaman adalah pendapatan non upah yang wajib dibayar pengusaha ke pekerja atau buruh
              paling lama 7 hari sebelum hari perayaan keagaman tiba.

              "Kami mohon kerja sama daerah pastikan pengusaha bayar THR ke buruh sesuai perundangan
              dan wajibkan pengusaha tidak mampu bayar THR lakukan dialog dengan buruh untuk ampai
              kesepakatan yang dibuat secara tertulis dengan syarat paling lambat dibayar sehari sebelum
              THR," katanya.

              Menkaer menegaskan kesepakatan ini tidak menghilangkan kewajiban pengusaha bayar THR
              2021  dengan  besaran  sesuai  UU  dan  hasil  kesepakatan  yang  dilaporkan  ke  dinas
              ketenagakerjaan setempat.

              "Untuk kasi kepastian hukum dan koordinasi pemda dan pempus, maka diminta kepala pemda
              untuk rekomendasikan dinas ketenagakerjaan dan laporkan ke Kementerian Ketenagerkerjaan."
              "Kementerian akan membuat Satgas Pelaksanaan THR 2021 di pusat dan bisa diikuti daerah agar
              pemberian THR efektif. Keterlibatan peran pemda untuk mendorong dan laksanakan kebijakan-
              kebijakan pemerintah sangat penting untuk menjaga situasi kondusif akibat dampak covid-19."
              var

                                                           830
   826   827   828   829   830   831   832   833   834   835   836