Page 844 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 13 APRIL 2021
P. 844

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengatakan sebanyak 1.487
              karyawan yang belum menerima THR secara penuh tersebut berasal dari 13 perusahaan.
              Berdasarkan data Serika Pekerja Nasional (SPN) di wilayah Jakarta dan Banten ada sejumlah
              perusahaan yang mencicil pembayaran THR karyawannya.

              "Di Banten, ada perusahaan yang sampai saat ini baru membayar THR karyawan tahun 2020
              sebesar Rp 250.000. Di Jakarta saja yang masih ngutang nunggak THR 2020 itu ada, THR-nya
              dibayar 75 persen, dicicil belum lunas," ujarnya, Minggu (11/4/2021).

              Said Iqbal sangat menyayangkan pihak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang hingga
              saat  ini  masih  belum  memberikan  sanksi  bagi  perusahaan  yang  melanggar  aturan  terkait
              pembayaran THR.

              "Faktanya  kami  belum  terima  satu  perusahaan  pun  yang  dihukum  atau  diberi  sanksi  oleh
              Kemenaker," ujarnya.

              Demo Virtual Pada kesempatan tersebut, Said Iqbal juga menyebut bahwa akan ada unjuk rasa
              ribuan buruh dan pekerja pada Senin (12/4/2021). Aksi unjuk rasa buruh akan digelar pukul
              09.00 WIB hingga 13.00 WIB.

              "Aksi ini akan dilakukan secara aksi lapangan dan aksi virtual," kata Said Iqbal.

              Aksi  massa  buruh  akan  menuntut  sejumlah  hal,  yakni  meminta  hakim  Mahkamah  Konstitusi
              untuk membatalkan omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, khususnya
              klaster ketenagakerjaan.

              Kemudian, menuntut agar diberlakukan upah minimum sektoral Kabupaten/Kota (UMSK) 2021.

              Selanjutnya, menolak pembayaran tunjangan hari raya (THR) Lebaran dengan cara dicicil.

              Selain itu, aksi massa buruh besok juga meminta dugaan korupsi di BPJS Ketenagakerjaan diusut
              tuntas oleh Kejaksaan Agung.

              "Harus diusut tuntas ditetapkan tersangkanya," ucap Iqbal.

              Menurut Iqbal, aksi lapangan secara fisik akan digelar oleh 10.000 buruh dari 1.000 perusahaan
              yang  tersebar  di  20  Provinsi  dan  150  Kabupaten/Kota  dengan  tetap  menerapkan  protokol
              kesehatan.

              Ia mengatakan, aksi di tingkat nasional akan dilakukan di depan Gedung Mahkamah Konstitusi.

              Sedangkan, aksi di daerah akan diakukan di depan Kantor Pemerintah Daerah setempat.

              "Kemudian  dengan  mengikuti  standar  protokol  kesehatan  sesuai  arahan  nanti  petugas  yang
              berwenang maupun Satgas Covid-19," tuturnya.

              (Tribun Network/igm/wly).














                                                           843
   839   840   841   842   843   844   845   846   847   848   849