Page 98 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 16 JUNI 2021
P. 98
Mari juga mengatakan, selama perekrutan tidak pernah ada paksaan seluruh calon PMI
bergabung ke PT CKS secara sukarela. Tidak hanya itu, ancaman, kekerasan verbal juga tidak
pernah terjadi.
"Kami tidak pernah mengancam, menipu, memaksa, mendorong apapun itu yang melanggar
tindakan hukum itu tidak betul," katanya.
Maria pun menegaskan, lima calon PMI wanita yang kabur itu karena iming-iming dari pihak luar
untuk mempersingkat waktu pemberangkatan. Bukti berupa chat dan e-mail sudah dia siapkan.
"Kami dapat bukti chat itu kami terima langsung dari lima anak yang kabur kemarin. Nanti lambat
laun semua akan terbukti dengan sendirinya," kata dia.
Sementara untuk temuan Benny yang diduga ada pelecehan seksual, Maria mengaku cerita
Benny dilebih-lebihkan. Kata Maria, posisi waktu itu salah satu calon PMI menggunakan celana
pendek hingga menunjukan celana dalamnya.
"Akhirnya salah satu staf kami menurunkan sedikit agar tidak kelihatan celana dalamnya. Kami
di sini selalu melatih anak-anak agar berpakaian, berbicara secara sopan dan bersih fisiknya dan
bajunya. Di sini kami melatih mereka semua," urainya.
Perkataan Maria pun diperkuat oleh statemen dari salah calon PMI asal Lombok yang mengikuti
pelatihan di PT CKS, Murniati.
Dalam konferensi pers, Murniati mengaku bahwa handphone bisa diambilnya pada waktu jam
17.00 hingga jam 22.00 setiap harinya.
"Dan saya datang ke sini tidak ada paksaan. Inisiatif sendiri. Di sini tidak ada tekanan. Murni
seperti ya belajar di sini apa ya sesuai dengan standarnya belajar untuk bahasa asing," kata dia.
Sementara itu, Murniati juga membenarkan bahwa memang dirinya dan beberapa PMI lainnya
tidak menerima salinan fisik kontrak kerja bagi PMI saat mendapat pekerjaan di luar negeri.
"Kontrak kerja saya cukup tahu. Tapi tidak saya pegang. Takut kenapa-kenapa nanti jadi saya
titipkan," tutur dia.
Atas kesaksian dan statemen dari PT CKS, Kuasa Hukum PT CKS, Gunadi Handoko meminta agar
seluruh pihak mengedepankan asas praduga tak bersalah.
"Kami melihat pemberitaan beberapa hari lalu tidak berimbang. Jadi tolong kedepankan dulu
asas praduga tak bersalah. Orang ini belum diadili sudah divonis duluan," tutur dia.
Pria yang gagal mencalonkan diri sebagai wakil bupati Malang tahun 2020 lalu itu berpendapat
bahwa, lima calon PMI yang kabur merupakan tindakan di luar norma.
"Kami sangat prihatin atas hal ini. Karena sebagaimana diketahui CKS ini sudah cukup lama
berdiri dan kantor BLK ini cukup representatif kita lihat buildingnya sangat representatif. Artinya
perusahaan ini betul-betul memberikan yang terbaik," tutup dia.
97

