Page 170 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 170

Ringkasan

              Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Pusat melakukan inspeksi mendadak
              (sidak)  ke  sejumlah  perkantoran  selama  Pemberlakuan  Pembatasan  Kegiatan  Masyarakat
              (PPKM)  Darurat.  Hasilnya,  sebanyak  lima  perkantoran  ditutup  sementara  karena  melanggar
              aturan.



              5 KANTOR DI JAKPUS DITUTUP SEMENTARA KARENA LANGGAR PPKM DARURAT

              Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi Jakarta Pusat melakukan inspeksi mendadak
              (sidak)  ke  sejumlah  perkantoran  selama  Pemberlakuan  Pembatasan  Kegiatan  Masyarakat
              (PPKM) Darurat.

              Hasilnya, sebanyak lima perkantoran ditutup sementara karena melanggar aturan.

              Kepala Seksi Pengawasan Suku Dinas Ketenagakerjaan Transmigrasi dan Energi Jakarta Pusat
              Kartika  Lubis  mengatakan,  pihaknya  sudah  melakukan  pengawasan  terhadap  51  gedung
              perkantoran selama periode 3-12 Juli 2021.

              "Dari  51  gedung  perkantoran  yang  disidak,  ada  lima  perkantoran  yang  dikenakan  sanksi
              penutupan sementara," kata Kartika saat dihubungi, Rabu (14/7/2021).

              Penutupan sementara itu berlaku sampai progam PPKM darurat berakhir pada 20 Juli.


              "Sanksi berupa penutupan sementara dikenakan terhadap perusahaan atau perkantoran yang
              berulang kali melanggar penerapan prokes, serta masuk kategori non esensial namun beroperasi
              selama diberlakukan PPKM darurat," kata Kartika.

              Selain itu, ada 22 perkantoran yang dikenakan sanksi teguran tertulis. Sanksi teguran tertulis
              dikenakan karena masih ditemukannya pelanggaran, seperti jumlah pegawai yang masuk kantor
              melebihi kapasitas.


              Sanksi teguran itu bisa ditingkatkan jika kembali ditemukan pelanggaran.

              Kartika menegaskan, selama masa Pemberlakuan PPKM Darurat, perkantoran yang masuk dalam
              perusahaan sektor kritikal dan esensial diizinkan beroperasi dan pegawainya bekerja dari kantor
              ( work from office ).


              "Sedangkan non esensial dan non kritikal tidak diizinkan beroperasi," kata Kartika.

              Sementara itu, Polda Metro Jaya telah menetapkan 35 pimpinan perusahaan sebagai tersangka
              karena melanggar aturan PPKM darurat.

              "Berarti sudah 35 yang ditetapkan penyidikan. Ada yang pimpinannya, manajernya, bahkan CEO-
              nya," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus, Selasa (13/7/2021), seperti
              dikutip Tribunnews.

              Namun demikian, Yusri tak menjelaskan secara merinci siapa saja pimpinan perusahaan yang
              ditetapkan tersangka karena melanggar PPKM Darurat itu.


                                                           169
   165   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175