Page 247 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 247
Ringkasan
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah, meninjau PT Bio Farma (Persero) di Bandung,
Jawa Barat, Rabu (14/7/2021). Dia pun mengapresiasi atas kontribusi maksimal PT Bio Farma
(Persero) dalam memastikan ketersediaan alokasi vaksin bagi seluruh kelompok sasaran (target
group) yang telah ditetapkan pemerintah. Menaker Ida mengatakan pemerintah juga
memberikan dukungan terhadap pentingnya percepatan pelaksanaan program vaksinasi gotong
royong dalam mempercepat herd immunity di dunia usaha dan industri.
MENAKER USUL TAMBAHAN 15 RIBU DOSIS VAKSIN UNTUK BANTEN, JABAR,
JATENG, DAN JATIM
Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan ( Menaker ) Ida Fauziyah, meninjau PT Bio Farma (Persero)
di Bandung, Jawa Barat, Rabu (14/7/2021). Dia pun mengapresiasi atas kontribusi maksimal PT
Bio Farma (Persero) dalam memastikan ketersediaan alokasi vaksin bagi seluruh kelompok
sasaran (target group) yang telah ditetapkan pemerintah. Menaker Ida mengatakan pemerintah
juga memberikan dukungan terhadap pentingnya percepatan pelaksanaan program vaksinasi
gotong royong dalam mempercepat herd immunity di dunia usaha dan industri.
"Percepatan program vaksin gotong royong sangat diharapkan. Ini dikarenakan, masih banyak
perusahaan yang menunggu alokasi vaksin gotong royong tersebut agar segera dapat diberikan
kepada karyawan dan keluarga mereka," kata Menaker Ida.
Menurutnya, dengan dilakukannya vaksinasi bagi para pekerja, proses produksi dan produktivitas
para pekerja juga diharapkan dapat berjalan dengan lebih aman dan nyaman. Sehingga pada
gilirannya dapat turut memicu pemulihan ekonomi nasional.
"Kami harapkan, para pekerja baik di lingkungan industri, pabrik, maupun perusahaan, akan bisa
bekerja lebih produktif serta terhindar penyebaran COVID-19," ucap Menaker Ida.
Disisi lain, Menaker menegaskan perlu adanya tambahan alokasi vaksin bagi daerah-daerah yang
menjadi konsentrasi industri padat karya seperti penambahan alokasi 15.000 vaksin di Provinsi
Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Dalam kunjungan ini, Menaker Ida Fauziyah
juga menyerahkan manfaat Jaminan Kematian (JKM) kepada penerima manfaat dari PT Bio
Farma (Persero) atas nama Novilia Sjafri Bachtiar dan Dede Wahyu.
"Mengingat keahlian dan keterampilan yang almarhumah miliki, ini merupakan kehilangan yang
sangat besar bagi bangsa Indonesia, tidak hanya bagi PT Bio Farma (Persero)," katanya.
Adapun, bantuan beasiswa bagi ahli waris kedua penerima manfaat tersebut adalah pertama,
a.n Novilia Sjafri Bachtiar, berupa JHT sebesar Rp105.263.506, JKM Rp42.000.000, Jaminan
Pensiun Berkala minimal Rp 356.600 per bulan, estimasi beasiswa anak kedua usia kuliah
Rp12.000.000, dan anak ketiga usia kuliah Rp12.000.000.
Kedua, a.n Dede Wahyu, berupa JHT sebesar Rp78.676.062, JKM Rp 42.000.00, Jaminan Pensiun
Berkala minimal Rp356.600/bulan, estimasi beasiswa anak pertama usia kuliah Rp12.000.000,
dan anak kedua usia SD Rp1.500.000.
246

