Page 315 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 315
"Yang paling penting lagi adalah semua upaya ini tidak bisa dijalankan secara parsial, namun
harus dilakukan secara serentak bersama-sama, dengan melibatkan pengusaha dan pekerja
sebagai tanggungjawab dan persoalan bersama," ungkapnya.
Selain tantangan kondisi pandemi COVID-19, tantangan disrupsi yang dihadapi masyarakat
pekerja/buruh di seluruh dunia. Ia menilai masyarakat termarjinal, pekerja/buruh berpendidikan
dan keterampilan rendah menjadi golongan paling terdampak akibat COVID-19.
"Deklarasi ini merupakan bentuk komitmen bersama sekaligus kolaborasi antara pemerintah,
pengusaha dan pekerja/buruh, agar dapat mengatasi tantangan ketenagakerjaan yang dilandasi
semangat saling peduli, optimis, dan bersama-sama bangkit dari dampak pandemi COVID-19,"
ujarnya.
Deklarasi ini, kata Ida, dilakukan demi para pejuang kesehatan yang gugur, para tenaga
kesehatan yang terus berjuang habis-habisan, rakyat Indonesia yang hari ini masih terbaring
sakit, dan para ibu yang mencemaskan anak-anaknya.
"Mudah-mudahan Deklarasi Gotong Royong ini dapat memenangkan Indonesia. Kita belum
kalah, dan kita tidak akan kalah. Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh, " kata Ida Fauziyah.
Berikut enam butir pernyataan Deklarasi Gotong Royong:
Pertama, menyelesaikan segala pertikaian dan konflik melalui dialog yang sehat dan kompromi
yang adil.
Kedua, menepis semua berita bohong terkait pandemi COVID-19 yang tidak berdasar pada kajian
medis.
Ketiga, tetap mematuhi protokol kesehatan dalam masa PPKM Darurat dan masa-masa
sesudahnya.
Keempat, meniadakan pengumpulan massa yang berpotensi menyebarkan virus COVID-19, dan
membawa semua bentuk perselisihan ke meja perundingan dengan kepala dingin dan
bertanggung-jawab.
Kelima, memberikan tugas kepada Menaker RI, dengan seluruh kewenangan yang dimilikinya,
untuk mengupayakan langkah-langkah praktis dan strategis memperbaiki situasi industri dan
ketenagakerjaan di seluruh Indonesia, selama dan pasca-pandemi COVID-19.
Keenam, saling mengingatkan khususnya dalam hal penegakan protokol kesehatan di lingkungan
kerja. Selalu ada pelangi setelah hujan. Saat ini Ibu Pertiwi sedang sakit. Saatnya kita bergotong-
royong keluar dari kesulitan demi kesulitan yang tengah kita hadapi.
314

