Page 32 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 15 JULI 2021
P. 32

LIMA KANTOR DITUTUP

              Suku Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Jakarta Pusat (Sudin Nakertrans dan Energi
              Jakpus) menggelar  inspeksi  mendadak  (sidak)  ke  sejumlah  perkantoran  di  Jakpus.  Hasilnya,
              ditemukan pelanggaran PPKM Darurat di lima perkantoran tersebut

              Kepala  Seksi  Pengawasan  Sudin  Nakertrans  dan  Energi  Jakpus,  Kartika  Lubis,  menjelaskan,
              jajarannya  sejak  3  sampai  12  Juli  2021,  terus  melakukan  pengawasan  terhadap  51  gedung
              perkantoran.  Dari  puluhan  gedung  yang  didatangi,  sambung  dia,  hasilnya  lima  perkantoran
              dikenakan sanksi penutupan sementara.

              Selain itu, ada 22 perkantoran yang dikenakan sanksi teguran tertulis, serta sisanya perkantoran
              memang tutup, yang sesuai aturan PPKM Darurat Menurut dia, perkantoran yang disegel masuk
              kategori yang diminta menerapkan loorkfrom home atau karyawan bekerja di rumah.

              "Sanksi lebih tegas berupa penutupan sementara dikenakan terhadap perusahaan yang berkali-
              kali melanggar penerapan prokes serta masuk kategori nonesensial," kata Kartika di Jakpus,
              Rabu (14/7).

              Dia  menjelaskan,  sanksi  teguran  tertulis  dikenakan  terhadap  puluhan  perkantoran  yang
              pegawainya  masuk  kantor  melebihi  kapasitas.  Adapun  sebagian  besar,  perkantoran  menaati
              ketentuan dengan mewajibkan pegawainya bekerja dari rumah. "Sedangkan, nonasensial dan
              nonkritikal tidak diizinkan beroperasi," kata Kartika.

              Sementara itu, Cafe Limitless Coffee di Jalan Raya Kebayoran Lama, Kelurahan Sukabumi Utara,
              Kecamatan Kebon Jeruk,. Jakarta Barat, disegel pada Ahad (12/7). Uniknya, penyegelan bukan
              dilakukan oleh petugas Satpol PP, tapi oleh pemiliknya sendiri.

              Pemilik Cafe Limitless Coffee, David (28 tahun), mengaku, penyegelan dilakukan karena kesal
              beijualan selama PPKM Darurat. Dia mengaku, ketatnya pembatasan dan pengawasan membuat
              omzet ketika kafe buka tidak bisa menutupi gaji karyawan.

              Karena itu, ia menulis spanduk bertullskan 'Kami Bukan Kriminal!!!

              Kami Hanya Menjual Kopi. Namun, Karena Peraturan yang Selalu Menyudutkan Kami, Bahkan
              Dipatroli  Setiap  Hari  dan  Akhirnya  Tempat  Ini  Kami  Segel  Sendiri'.  David  berharap,  ketika
              karyawannya dirumahkan, tidak beralih pekerjaan menjadi seorang kriminal.

              "Jadi,  mendingan  saya segel  sendiri  sebelum  ada  penyegelan  dari  kepolisian  atau  Satpol PP
              setempat," kata David saat dikofirmasi, Rabu.

              Dia menuturkan, kafenya bakal ramai dikunjungi pelanggan jika banyak yang pesan kopi dan
              diminum  di  tempat.  Namun,  hal  itu  bisa  memunculkan  kerumunan.  Kondisi  itu  jelas  bakal
              berujung dengan sanksi denda dan penyegelan oleh Satpol PP.

              David mengaku, penyegelan mandiri dilakukan, karena kafenya sudah beberapa kali didatangi
              petugas. Bahkan, kafenya sempat diminta tutup selama tiga hari karena pengunjung melanggar
              protokol kesehatan (prokes).

              "Cuma untuk penyegelan (sendiri) kali ini kita memang mau bikin sesuatu yang berbeda aja gitu.
              Karena kita udah cairkan. Sementara dirumahkan dulu karyawan kita," tutur David
              Wakil Gubernur DKI, Ahmad Riza Patria, mengingatkan agar pelaku usaha untuk menaati aturan
              selama  PPKM  Darurat.  Jika  masih  ada  yang  membandel,  pihaknya  meminta  petugas  untuk
              mencabut langsung menutup usaha tersebut.



                                                           31
   27   28   29   30   31   32   33   34   35   36   37