Page 679 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 679
"Bantuan pemerintah untuk pendapatan di bawah Rp 5 juta pemerintah akan menargetkan
adalah mereka yang menjadi peserta BPJS Tenaga Kerja. Namun orang bilang banyak sekali
yang pendapatannya di bawah Rp 5 juta yang tidak terdaftar BPJS Tenaga Kerja, nah ini kita
tampung dalam bentuk Kartu Pra Kerja," kata Sri Mulyani dalam webinar Gotong-royong
#JagaUMKMIndonesia, Selasa (11/8/2020).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut jumlah insentif yang diberikan antara
program baru dengan Kartu Pra Kerja sama yakni Rp 2,4 juta. Untuk diketahui, peserta Kartu
Pra Kerja mendapat insentif Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan. Bahkan peserta Kartu Pra
Kerja bisa mendapat insentif tambahan Rp 150.000 dari mengisi survei.
"Kartu Pra Kerja itu jumlah benefitnya sama yaitu Rp 600 ribu x 4 yaitu Rp 2,4 juta. Nah kalau
di dalam Kartu Pra Kerja ada secara aktif mendaftar. Kalau Anda kena PHK atau dirumahkan,
kalau Anda (sedang) mencari kerja bisa mendapatkannya di situ itu ada 5,6 juta (peserta),
sedangkan di BPJS Ketenagakerjaan adalah yang memang teregister di sini mungkin akan
mencapai 13 bahkan 15 juta menurut Kementerian Ketenagakerjaan," terangnya.
Pemerintah menyebut telah mendesain berbagai program perlindungan sosial dengan masing-
masing penerima manfaat agar merata. Program baru ini hanya terbatas pada pegawai yang
terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan agar memudahkan pemerintah dalam proses pendataan
nomor rekening.
"Pemerintah melihat paling tidak dari sisi APBN kita sudah mendesain untuk membantu
masyarakat kita semua. Di seluruh dunia kalau kita berdiskusi sama menteri-menteri di negara
yang lebih maju mereka biasanya mengatakan saya melakukan transfer langsung by name, by
account number karena mereka memang sudah punya by name, address, by account number
. Di republik ini kadang-kadang by name , NIK-nya mungkin pun ada atau tidak ada dan
kemudian by address -nya tidak address yang permanen," ucapnya..
678

