Page 725 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 725
Ia juga meminta kepada pekerja agar proaktif melaporkan nomor rekeningnya ke pemberi kerja
atau HRD perusahaan.
"Sehingga kami bisa segera melaporkannya ke pemerintah, mengingat kami hanya diberi waktu
untuk mengumpulkan nomor rekening sampai Jumat ini," sebutnya.
Terpisah, Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto, mengaku telah mengantongi sekitar 700
ribu rekening pekerja yang akan menerima BLT senilai Rp 2,4 juta (Rp 600 ribu per bulan) dalam
kurun waktu 4 bulan mendatang.
"Barusan sudah terkumpul 700 ribu rekening. Mungkin per hari ini dekati angka 1 juta rekening.
Kami minta kerja sama seluruh HRD perusahaan tolong segera kumpulkan nomor rekening dan
pastikan ini penerimanya adalah upah di bawah Rp 5 juta per bulan," kata Agus dalam konferensi
pers di Kantor Presiden, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (10/8).
Dikatakan Agus, BPJamsostek saat ini sudah mengantongi 15,7 juta peserta yang memiliki
pendapatan di bawah Rp 5 juta per bulan. Meski demikian, BPJamsostek masih mengumpulkan
nomor rekening para peserta.
"Karena akan ditransfer langsung kepada para peker-ja, sehingga BPJamsostek butuh waktu
untuk collect para pekerja," ujarnya.
Enam Syarat
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauzi-yah mengatakan pemerintah telah
menetapkan enam syarat bagi pekerja bergaji Rp 5 juta ke bawah yang akan mendapatkan BLT
Co-rona. Pertama, pekerja itu harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI). Status ke-
warganegaraan tersebut dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Kedua, terdaftar sebagai peserta BPJamsostek yang masih aktif di program kepesertaan. Ketiga,
peserta membayar besaran iuran berdasarkan ketentuan iuran bagi pekerja di bawah Rp 5 juta
sesuai yang dilaporkan ke BP Jamsostek. Keempat, memiliki rekening bank yang masih aktif.
Kelima, tidak masuk dalam peserta penerima manfaat Kartu Prakerja. Keenam, peserta
membayar iuran sampai Juni 2020. Sebab, peserta terpilih merujuk pada data kepesertaan per
tanggal 30 Juni 2020.
"BPJS Ketenagakerjaan (sekarang BPJamsostek) bertanggung jawab mengenai kebenaran data
dan manfaat kepada buruh dan pekerja," katanya, Senin (10/8).
Menteri Keuangan Sri Mulyani beberapa waktu lalu menyatakan bantuan akan diberikan ke 13
juta pekerja. Total anggaran yang disiapkan untuk memberikan bantuan tersebut mencapai Rp
31 triliun. Namun dalam perkembangan baru, Ida Fauziah menyatakan jumlah pekerja penerima
bantuan naik jadi 15,72 juta. Dengan itu, anggaran naik dari Rp 33 triliun menjadi Rp 37 triliun.
Tak Semua Karyawan
Pemberian BLT Corona ini diambil sebagai salah satu upaya untuk mendorong kinerja
perekonomian yang terpukul pandemi virus Corona (Covid-19). Namun demikian, tidak semua
karyawan akan mendapat BLT ini. Bantuan hanya diberikan kepada karyawan swasta yang
menjadi peserta BPJamsostek. Lalu bagaimana nasib pegawai swasta dengan upah di bawah Rp
5 juta yang tidak mendapatkan BLT tersebut?
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penyaluran bantuan kepada pegawai
swasta yang tidak menjadi peserta BPJamsostek merupakan tantangan bagi pemerintah. Namun
demikian, dirinya menilai pemerintah telah menelurkan beragam alternatif bantuan sosial yang
sebenarnya bisa diakses oleh masyarakat.
724

