Page 748 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 748

REALISASI BANSOS HARUS CEPAT

              Pengusaha di daerah berharap realisasi bantuan langsung tunai (BLT) untuk pekerja dengan gaji
              di bawah Rp 5 juta bisa tepat waktu. Sebab, insentif ini dapat memacu konsumsi dan permintaan
              masyarakat.

              BALIKPAPAN * Pemerintah diminta segera mengeluarkan aturan terkait BLT bagi pekerja.

              Hal ini untuk mencegah realisasi penyaluran dana kepada penerima berjalan lambat dari rencana
              awal, yakni September mendatang. Seperti diketahui, pemerintah berencana membagikan BLT
              kepada pekerja dengan gaji di bawah RpSjuta mulai bulan depan. Sebesar Rp 600 ribu per bulan
              selama empat bulan.

              Untuk mempercepat realisasi kebijakan ini, pengurus pusat Kamar Dagang dan Industri (Kadin)
              juga
              telah  mendorong  Kementerian  Ketenagakerjaan  segera  membuat  regulasi  penyaluran  BLT
              tersebut.  "Berkaca  dari  beberapa  bantuan  sosial  sebelum-sebelumnya,  realisasinya  lama.
              Contohnya  bantuan  sosial  dan  Kartu  Prakerja  yang  butuh  waktu.  Dan  itu  yang  selalu
              diperdebatkan," ujar Ketua Kadin Balikpapan Yaser Arafat.

              Ditambahkan Yaser, BLT bagi para pekerja kelas menengah ini merupakan usulan Kadin demi
              mempercepat peningkatan daya beli masyarakat. Dia mengatakan hal ini penting di samping
              menjaga kelangsungan pelaku usaha informal. "Saya juga melihat selama ini aspek penting bagi
              pekerja adalah kelangsungan pekerjaan mereka," sambungnya.

              Senada, Ekonom Universitas Balikpapan Didik mem in-ta pemerintah mempermudah mekanisme
              pencairan dana BLT tersebut. Sebab, kebijakan ini mampu mendorong daya beli dan aktivitas
              lainnya seperti investasi. "Untuk meningkatkan permintaan bukan hanya memberikan bantuan
              sosial untuk orangmiskin, tapi kepada sebagian kelas menengah yang turun kelas," katanya.

              la mengatakan, tanpa perbaikan permintaan maka stimulus kredit yang diberikan kepada pelaku
              usaha mikro kecil dan menengah

              (UMKM) melalui perbankan akan sepi peminat. Hal ini akan membuat pertumbuhan pada sektor
              riil  tidak  terjadi.  "Saat  ini,  justru  demand yang  tidak bergerak,  jadi  otomatis  suplainya tidak
              berjalan," kata dia.

              Untuk meningkatkan efektivitas program ini, Presiden Joko Widodo(Jokowi) menaikkan jumlah
              pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta yang akan diberikan BLT dari yang semula 13,87 juta menjadi
              15,72 juta orang. "Jumlah penerima ditingkatkan menjadi 15,72 juta orang dari semula hanya
              13,87 juta orang," ungkap Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Senin (10/8).

              Bersamaan dengan peningkatan jumlah penerima subsidi upah, anggaran juga meningkat dari
              semula  Rp  33,1  triliun  menjadi  Rp  37,7  juta  triliun  untuk  keseluruhan  program  ini.  Ida
              mengatakan saat ini data pekerja yang menerima sudah diidentifikasi dan divalidasi oleh BP
              Jamsostek.

              Hal ini dilakukan dengan melihat kriteria dan persyaratan yang sudah dipenuhi oleh peserta BP
              Jamsostek yang menjadi calon penerima subsidi upah. Ada enam syarat yang harus dipenuhi
              calon  penerima  subsidi  upah.  Pertama,  merupakan  warga  negara  Indonesia  (WNI)  yang
              dibuktikan dengan kartu tanda penduduk (KTP).
              Kedua, terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek yang masih aktif di program kepesertaan. Ketiga,
              peserta membayar besaran iuran berdasarkan ketentuan iuran bagi pekerja di bawah RpSjuta



                                                           747
   743   744   745   746   747   748   749   750   751   752   753