Page 753 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 753

Subsidi gaji ini akan diberikan pada kuartal III dan kuartal IV dengan nilai setiap kuartal Rp 1,2
              juta  per  orang.  Dengan  begitu,  secara  total  setiap  pekerja  akan  mendapat  Rp  2,4  juta.
              Rencananya, program ini akan dimulai pada September 2020 mendatang dengan total anggaran
              mencapai Rp 37,7 triliun.

              "Mekanisme penyaluran bantuan subsidi upah diberikan kepada pekerja atau buruh dengan total
              Rp 2,4 juta, yang akan diberikan setiap dua bulan sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja
              akan menerima uang subsidi sebesar Rp 1,2 juta," kata Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah
              seperti dikutip, Selasa (11/8/2020).

              Data penerima bantuan  subsidi gaji  ini diambil dari data BPJS Ketenagakerjaan dengan batas
              waktu pengambilan data sampai dengan 30 Juni 2020. Sehingga pekerja tidak perlu mendaftar
              secara  mandiri.  Melainkan  sudah  otomatis  tercatat  secara  kolektif  oleh  perusahaan  tempat
              bekerja.

              Dari data kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan itu, telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BPJS
              Ketenagakerjaan  sesuai  kriteria  dan  persyaratan  yang  ditentukan.  Sehingga  BPJS
              Ketenagakerjaan bertanggung jawab mutlak mengenai kebenaran data penerima manfaat yang
              diberikan kepada pekerja atau buruh.

              "Saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai paling akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan
              valid dipergunakan oleh pemerintah sebagai dasar pemberian bantuan subsidi secara cepat, dan
              tepat sasaran," ujarnya.

              Untuk itu, Ida menyebutkan pekerja atau buruh yang mendapat insentif harus memenuhi seluruh
              persyaratan, sebagai berikut;

              1. Warga Negara Indonesia yang dibuktikan dengan Nomor Induk Kependudukan,

              2.  Terdaftar  sebagai  peserta  jaminan  sosial  tenaga  kerja  yang  masih  aktif  di  BPJS
              Ketenagakerjaan yang dibuktikan dengan nomor kartu kepesertaan,

              3. Peserta yang membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah dibawah
              Rp.5.000.000,00 (lima juta rupiah) sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan,

              4. Pekerja atau Buruh penerima Upah,

              5. Memiliki rekening bank yang aktif,

              6. Tidak termasuk dalam peserta penerima manfaat program kartu prakerja,

              7. Peserta yang terdaftar sebagai peserta aktif di BPJS Ketenagakerjaan sampai dengan bulan
              Juni 2020.

              Proses  penyaluran    subsidi  gaji    ini  nantinya  disalurkan  melalui  oleh  Bank-Bank  BUMN  yang
              terhimpun dalam Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA).

              "Ekspektasi publik sangat luar biasa karena program subsidi upah ini harus benar-benar diterima
              oleh  pekerja/buruh  yang  memenuhi  persyaratan,  dan  dibayarkan  pada  nomor  rekening  atas
              nama penerima bantuan pemerintah subsidi upah," jelas Ida.
              " di Liputan6 Pagi SCTV setiap Senin pukul 05.30 WIB, mulai 10 Agustus 2020  Hingga saat ini,
              tercatat 208 ribu rekening pekerja siap ditransfer. Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan
              Sri Mulyani Indrawati. "Kita sudah kumpulkan lebih dari 208 ribu nomor rekening dan pekerja
              yang di bawah Rp 5 juta," kata Sri Mulyani.




                                                           752
   748   749   750   751   752   753   754   755   756   757   758