Page 756 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 756
4. Terdaftar Aktif di BPJS Ketenagakerjaan Pemerintah menggunakan data dari BPJS
Ketenagakerjaan dalam menyalurkan bantuan ini kepada para pekerja. Karenanya calon
penerima harus sudah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan dan aktif sampai dengan Juni 2020.
Selain itu pemerintah menggunakan data peserta BPJS Ketenagakerjaan yang membayar iuran
di bawah Rp150.000 per bulan sebagai patokan pemberian bantuan.
Sehingga meskipun Anda bekerja di perusahaan swasta dan bergaji di bawah Rp5 juta, jika
perusahaan tidak mendaftarkan Anda ke BPJS Ketenagakerjaan, besar kemungkinan Anda tidak
akan mendapat bantuan tunai ini.
Selain itu, pemerintah mengambil data peserta aktif sampai dengan bulan Juni 2020. Dalam
artian, telah membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan hingga bulan Juni 2020.
Alasan penggunaan data peserta dari BPJS Ketenagakerjaan ditujukan agar penerima bantuan
lebih tepat sasaran dan tidak terjadi kekisruhan saat penyalurannya.
5. Memiliki Rekening Bank yang Aktif Calon penerima bantuan gaji tambahan dari pemerintah
sebesar Rp600.000 per bulan ini juga diwajibkan memiliki rekening bank yang masih aktif. Hal
tersebut lantaran bantuan akan ditransfer langsung ke rekening pegawai penerima dan tidak
melalui cara lain.
Pemerintah saat ini masih terus mengumpulkan data nomor rekening tenaga kerja yang
memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan gaji tambahan.
6. Tidak Terdaftar dalam Peserta Program Kartu Prakerja Bantuan gaji tambahan dari
pemerintah ditujukan kepada karyawan atau pekerja di perusahaan swasta. Dengan kata lain
mereka masih memiliki pekerjaan. Sementara program kartu prakerja ditujukan bagi warga yang
tidak bekerja.
Sehingga penerima bantuan gaji tambahan dari pemerintah seharusnya tidak terdaftar dalam
peserta penerima manfaat program kartu prakerja.
Jika pegawai telah memenuhi kriteria sebagai penerima bantuan, bagaimana cara pencairannya?
Disampaikan Ketua Pelaksana Tim Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional, Erick
Tohir, bantuan gaji tambahan sebesar Rp600.000 per bulan dari pemerintah akan langsung
ditransfer ke rekening pegawai yang memenuhi syarat. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi
penyalahgunaan.
Bantuan akan diberikan selama empat bulan dengan skema transfer setiap dua bulan. Sehingga
total pegawai penerima bantuan akan mendapatkan gaji tambahan sebesar Rp2,4 juta yang
diberikan dalam dua kali transfer masing-masing Rp1,2 juta.
Pemerintah menargetkan program bantuan gaji tambahan sebesar Rp600.000 per bulan ini
sudah bisa dicairkan mulai bulan September mendatang hingga akhir tahun 2020.
Pemerintah menargetkan bantuan dapat diberikan kepada 15.725.232 pekerja non-PNS dan
BUMN, serta telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp37,7 triliun..
755

