Page 774 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 774

Ringkasan

              Pemerintah akan memberikan bantuan subsidi upah yang dimulai dari pekerja atau buruh yang
              bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi bagi
              15.725.232 pekerja atau buruh selama masa pandemi COVID-19.

              Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziah saat memberikan
              keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/8).


              PEMERINTAH AKAN BERIKAN SUBSIDI UPAH BAGI PEKERJA ATAU BURUH, INI
              PERSYARATANNYA

              - Pemerintah akan memberikan bantuan subsidi upah yang dimulai dari pekerja atau buruh yang
              bertujuan untuk melindungi, mempertahankan, dan meningkatkan kemampuan ekonomi bagi
              15.725.232 pekerja atau buruh selama masa pandemi COVID-19.

              Hal tersebut disampaikan Menteri Ketenagakerjaan  (Menaker), Ida Fauziah saat memberikan
              keterangan pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (10/8).

              "Bantuan  pemerintah  ini  merupakan  program  stimulus  yang  dikoordinasikan  dan  dibahas
              bersama  tim  Satgas  Pemulihan  Ekonomi  Nasional  Kementerian  BUMN,  Kementerian
              Ketenagakerjaan, Kementerian Keuangan, dan BPJS Ketenagakerjaan," tutur Menaker, seperti
              diinformasikan melalui laman resmi  Setkab  .

              Adapun pekerja atau buruh yang mendapatkan bantuan, menurut Menaker, harus memenuhi
              persyaratan, yaitu:  Pertama  , warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan nomor induk
              kependudukan;  Kedua  , terdaftar sebagai peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja yang masih
              aktif  di  BPJS  Ketenagakerjaan  yang  dibuktikan  dengan  nomor  kartu  kepesertaan;    Ketiga    ,
              peserta membayar iuran dengan besaran iuran yang dihitung berdasarkan upah dibawah Rp5
              juta sesuai upah yang dilaporkan kepada BPJS Ketenagakerjaan.

              Keempat  , memiliki rekening bank yang masih aktif dan tidak termasuk dalam peserta penerima
              manfaat program Kartu Prakerja dan peserta membayar iuran sampai dengan bulan Juni 2020.
              "Nantinya  proses  penyaluran  bantuan  pemerintah  berupa  subsidi  upah  oleh  bank  penyalur
              dilakukan  dengan  memindahbukukan  dana  dari  bank  penyalur  kepada  rekening  penerima
              bantuan pemerintah melalui bank-bank BUMN yang terhimpun dalam Himbara (Himpunan Bank
              Milik Negara)," terang Menaker.

              Mekanisme penyaluran subsidi upah ini, menurut Menaker, diberikan kepada pekerja atau buruh
              sebesar Rp600.000 per bulan selama 4 bulan, kalau ditotal Rp2,4 juta yang akan diberikan setiap
              2 bulan sekali yang artinya satu kali pencairan subsidi itu sebesar Rp1,2 juta.
              "Untuk  data  calon  penerima  bantuan  upah  ini  bersumber  dari  data  kepesertaan  BPJS
              Ketenagakerjaan yang telah dilakukan verifikasi dan validasi oleh BPJS Ketenagakerjaan sesuai
              kriteria dan persyaratan yang ditentukan. BPJS Ketenagakerjaan bertanggung jawab mengenai
              kebenaran data penerima manfaat yang diberikan kepada pekerja atau buruh," jelasnya.
              Pemerintah, lanjut Menaker, menggunakan data BPJS Ketenagakerjaan sebagai dasar pemberian
              bantuan subsidi secara cepat dan tepat sasaran karena saat ini data BPJS Ketenagakerjaan dinilai
              paling akurat dan lengkap sehingga akuntabel dan valid.



                                                           773
   769   770   771   772   773   774   775   776   777   778   779