Page 781 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 781
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fau-zlyah menyebutkan, Provinsi Jawa Barat menjadi daerah
dengan tenaga kerja terdampak terbanyak dari angka tersebut. Menurut data yang dihimpun
Kemenaker. dengan bantuan dari Disnaker Pemda, hingga 31 Juli 2020 menunjukkan secara
total baik pekerja formal maupun informal yang terdampak Covid-19 di Provinsi Jawa Barat
mencapai lebih dari 342.772 orang pekerja.
"Tentu dengan kondisi dan tantangan ketenagakerjaan dl Provinsi Jawa Barat ini perlu untuk
segera ditindaklanjuti sesegera mungkin agar kita bisa tekan laju dampak
Covid-19 ini kedepannya." kata Ida melalui keterangan tertulis, Senin (10/8).
Hingga 31 Juli 2020. jumlah secara total baik pekerja formal maupun informal yang terdampak
Covid-19 mencapai lebih dari 3.5 juta orang secara nasional. Sedangkan dari data yang sudah
d-cleansing Kemenaker dengan BPJS Ketenagakerjaan mencapai 2.146.667 orang yang terdata
by name by address.
Adapun rinciannya, terdiri dari pekerja formal yang dirumahkan mencapai 1.132.117 orang,
sementara pekerja formal yang di-PHK mencapai 383.645 orang. Sedangkan pekerja sektor
informal yang terdampak mencapai 630.905 orang.
Dari angka pengangguran yang terus bertambah, pemerintah melalui program Pemulihan
Ekonomi Nasional (PEN) berupaya meringankan beban pekerja ter-PHK melalui berbagai
stimulus. Seperti menyalurkan berbagai bantuan sosial bagi para korban PHK, Kartu Prakerja
serta masifikasi program padat karya dan kewirausahaan untuk penyerapan tenaga kerja yang
terdampak pandemi.
Termasuk, pemerintah akan memberikan stimulus berupa subsidi upah kepada para pekerja
peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan yang penghasilannya di bawah Rp5 juta. Menurut dia.
dengan adanya stimulus seperti ini, daya beli masyarakat akan mulai meningkat sehingga akan
berdampak pada pertumbuhan positif perekonomian Indonesia di kuartal III dan kuartal IV.
"Subsidi upah diberikan sebesar Rp 600.000 per bulan selama empat bulan dan akan diberikan
per dua bulan sekali. Artinya, satu kali pencairan, pekerja akan menerima uang subsidi sebesar
Rpl.2 juta," ujarnya, (kpc)
780

