Page 801 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 12 AGUSTUS 2020
P. 801

TERUNGKAP ALASAN CUMA PESERTA BPJS KETENAGAKERJAAN YANG BERHAK
              DAPAT BLT PEMERINTAH

              Pemerintah meluncurkan paket stimulus baru untuk mengatasi krisis ekonomi akibat COVID-19.
              Kali ini pemerintah akan memberikan bantuan sosial berupa uang tunai Rp 600 ribu kepada
              pekerja swasta non-ASN dan BUMN setiap bulan mulai September sampai Desember 2020.

              Namun  syarat utama  untuk penerima bantuan langsung tunai (BLT) adalah pemegang kartu
              BPJS Ketenagakerjaan. Kebijakan ini langsung dituding "diskriminatif" oleh sejumlah pihak yang
              belakangan mendapat klarifikasi dari Menteri Ketenagakerjaan  Ida Fauziyah  .

              Ida berdalih bahwa pemberian BLT kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan merupakan bentuk
              apresiasi. Sebab berarti para pekerja itu memercayakan asuransi pekerjaannya kepada BPJS
              selaku unit milik pemerintah.

              "Pertanyaannya  kenapa  kok  hanya  peserta  BPJS  Ketenagakerjaan?  Kami  ingin  memberikan
              reward, memberikan apresiasi kepada teman-teman yang selama ini mempercayakan asuransi
              ketenagakerjaannya kepada BPJS Ketenagakerjaan," terang Ida di Jakarta, Selasa (11/8). "Jadi
              ini adalah bentuk apresiasi kami kepada teman-teman yang selama ini mempercayakan asuransi
              ketenagakerjaan  kepada  BPJS  Ketenagakerjaan."    Ida  pun  berharap  agar  apresiasi  ini
              mendorong  lebih  banyak  pekerja  untuk  menggunakan  BPJS  Ketenagakerjaan.  "Karena  kalau
              dilihat datanya kurang dari separuh pekerja kita yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,"
              ujar Ida, dilansir dari  Detik Finance  .

              Pada  kesempatan  yang  sama,  Ida  juga  ikut  memberikan  kabar  gembira  untuk  pegawai
              pemerintah non-PNS alias honorer. Sebab pemerintah sedianya memberikan BLT yang sama
              kepada para pekerja honorer.

              Hal itu yang membuat jumlah penerima BLT Rp 600 ribu per bulan ini bertambah dari 13 juta
              menjadi 15 juta orang. "Itu karena kami juga memberikan kesempatan kepada teman-teman
              pegawai pemerintah non PNS," ujar politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

              Pasalnya kendati bekerja di lingkup pemerintahan, mereka tidak termasuk golongan PNS. Selain
              itu, kebanyakan dari mereka mendapatkan gaji setara UMP, bahkan kadang lebih rendah.

              "Meskipun  dia  pegawai  pemerintah,  dia  bekerja  di  instansi  pemerintah  tapi  dia  bukan  PNS.
              Mereka juga upahnya di bawah Rp 5 juta, kebanyakan mereka upahnya UMP (upah minimum
              provinsi)," pungkas Ida..
























                                                           800
   796   797   798   799   800   801   802