Page 12 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 12
Judul Belum Divaksin, Ratusan Pekerja Migran Tertahan di Nunukan
Nama Media republika.co.id
Newstrend Program Vaksinasi COVID-19
Halaman/URL https://republika.co.id/berita/qxe4x1487/belum-divaksin-ratusan-
pekerja-migran-tertahan-di-nunukan
Jurnalis Mas Alamil Huda
Tanggal 2021-08-06 06:51:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Negatif
Narasumber
neutral - Hotma Victor Sihombing (Kepala BP2MI Nunukan) Mereka ini bukan kami tangkap, tapi
menyerahkan diri ke kantor saya
positive - Hotma Victor Sihombing (Kepala BP2MI Nunukan) Daerah tujuan masih belum mau
(menerima). Tapi kita terus berupaya sambil mengupayakan vaksin buat mereka
Ringkasan
Ratusan pekerja migran Indonesia tertahan di Nunukan, Kalimantan Timur. Para pekerja yang
sebelumnya bekerja di Malaysia itu kesulitan pulang ke kampung halaman karena belum
mendapat jatah vaksinasi. Mereka diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksin untuk bisa
melakukan perjalanan jarak jauh ke luar pulau. Apalagi, status mereka adalah pekerja migran
dari luar negeri.
BELUM DIVAKSIN, RATUSAN PEKERJA MIGRAN TERTAHAN DI NUNUKAN
Ratusan pekerja migran Indonesia tertahan di Nunukan, Kalimantan Timur. Para pekerja yang
sebelumnya bekerja di Malaysia itu kesulitan pulang ke kampung halaman karena belum
mendapat jatah vaksinasi. Mereka diwajibkan menunjukkan sertifikat vaksin untuk bisa
melakukan perjalanan jarak jauh ke luar pulau. Apalagi, status mereka adalah pekerja migran
dari luar negeri.
Berdasarkan pengakuan Maria, salah satu pekerja migran yang sempat bekerja di Serawak,
Malaysia, dirinya dan anaknya urung pulang ke Adonara, NTT, karena tidak memiliki surat vaksin.
Padahal Maria mengaku sudah membayar 2.000 ringgit atau Rp 7 juta kepada agen perjalanan
yang mengurus kepulangannya ke Indonesia. Agen perjalanan, ujar Maria, tak sanggup
memenuhi syarat vaksin bagi para pekerja migran.
Para pekerja migran yang tertahan kepulangannya ini pun melapor ke kantor Unit Pelaksana
Teknis Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT BP2MI) di Nunukan. Total, dikutip
11

