Page 135 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 135
seksual, dan diskriminasi di tempat kerja. Sebab, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap
produktivitas kerja dan dapat berdampak pada kelangsungan usaha.
"Oleh karena itu, perlu adanya kepedulian bersama demi mewujudkan kenyamanan bekerja
melalui pencegahan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja," kata Menaker Ida saat
menyampaikan sambutan dalam dialog dengan pengurus SP/SB perempuan se-Kabupaten Gresik
bertemakan "Menghapuskan Pelecehan Seksual dan Diskriminasi di Tempat Kerja" yang
berlangsung di PT Smelting Gresik, Jawa Timur, Kamis (5/8/2021).
Ia menjelaskan, untuk meningkatkan pelindungan bagi pekerja perempuan, khususnya terkait
pencegahan kekerasan, pelecehan seksual, dan diskriminasi di tempat kerja, pihaknya telah
melakukan sejumlah upaya. Di antaranya bimbingan teknis kepada manajemen perusahaan dan
SP/SB, membangun komitmen perusahaan melalui Peraturan Perusahaan (PP) dan Perjanjian
Kerja Bersama (PKB), serta integrasi dan koordinasi lintas sektoral dalam penegakan hukum.
Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan aturan yang lebih spesifik terhadap penghapusan
kekerasan dan pelecehan di tempat kerja, serta perbaikan regulasi di bidang ketenagakerjaan,
di antaranya melalui UU Cipta Kerja.
"Namun begitu, sinergitas, komitmen, dan upaya konkrit tidak hanya dari pemerintah melainkan
juga dari stakeholder terkait," katanya.
Menaker Ida menambahkan, di masa pandemi Covid-19, pekerja perempuan juga mengalami
beban tambahan. Pertama, penurunan atau hilangnya pendapatan. Kedua, budaya pengurusan
rumah tangga masih dibebankan kepada perempuan. Ketiga, pengurusan rumah tangga yang
masih dibebankan kepada perempuan tersebut turut menambah beban pekerja perempuan saat
Work From Home (WFH). Keempat, kegiatan School From Home (SFH) yang juga memberi tugas
kepada perempuan untuk mendampingi anaknya saat belajar di rumah.
"Jadi kita harus ingat, dalam setiap situasi krisis, kelompok yang paling rentan mengalami
kesenjangan, diskriminasi, dan kekerasan, adalah kelompok marjinal di mana pekerja
perempuan termasuk di dalamnya," ucapnya.
Turut hadir dalam acara ini Dirjen Binwasnaker dan K3 Haiyani Rumondang, Dirjen PHI dan
Jamsos Indah Anggoro Putri, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani beserta jajarannya, dan Presiden
Direktur PT Smelting. CM (srf).
134

