Page 138 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 138
Judul Biar Nggak Was-was di Pabrik, 15 Ribu Buruh Akan Disuntik Vaksin
Nama Media detik.com
Newstrend Program Vaksinasi COVID-19
Halaman/URL https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/5671274/biar-nggak-
was-was-di-pabrik-15-ribu-buruh-akan-disuntik-vaksin
Jurnalis Sylke Febrina Laucereno
Tanggal 2021-08-05 18:56:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Narasumber
positive - Andi Gani Nena Wea (Ketua KSPSI) Kita harus bergotong royong perang melawan
pandemi ini
negative - Andi Gani Nena Wea (Ketua KSPSI) Terimakasih kepada Kapolri yang Memiliki
perhatian sangat besar terhadap buruh Indonesia. Vaksin presisi ini diharapkan agar dalam
bekerja buruh tidak lagi was was terpapar virus Corona. Salut untuk Polri
neutral - Listyo Sigit Prabowo (Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia) Saya ingin
kesehatan buruh tetap terjaga ekonomi tetap bertumbuh. Oleh karena itu, dua-duanya harus
bisa jalan
positive - Listyo Sigit Prabowo (Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia) Kegiatan vaksinasi
ini kami turunkan 15 ribu vaksin dan kalau masih kurang bisa dikordinasikan kembali
neutral - Hadi Tjahjanto (Panglima TNI) Selanjutnya pelaksanaan 3T (testing, tracing, dan
treatment). Hal ini sangat penting untuk mengetahui dan memisahkan masyarakat yang tidak
terinfeksi dan masyarakat yang terinfeksi
Ringkasan
Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memfasilitasi 15 ribu buruh untuk
menerima vaksinasi COVID-19. Program vaksinasi ini diharapkan bisa membantu buruh agar tak
lagi was-was terpapar virus Corona saat bekerja di pabrik. Ketua KSPSI Andi Gani Nena Wea
mengungkapkan vaksinasi ini bersinergi dengan Kepolisian Republik Indonesia untuk
mempercepat pembentukan herd immunity. "Kita harus bergotong royong perang melawan
pandemi ini," kata dia, Kamis (5/8/2021). Andi menyebutkan vaksinasi ini diharapkan bisa
memaksimalkan kerja buruh dan bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
137

