Page 143 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 143

kebijakan itu jangan diskriminatif terhadap pekerja, terutama pekerja informal. Bantuan itu harus
              menyentuh semua lapisan pekerja dan melibatkan serikat-serikat pekerja untuk pendataan juga


              Ringkasan

              Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) menyoroti terkait skema
              distribusi  bantuan  sosial  (bansos)  yang  diberikan  pemerintah  ke  pekerja  yang  terdampak
              pandemi  COVID-19.  Skema  distribusi  bansos  selama  ini  dinilai  tidak  tepat  sasaran.  Ketua
              Pengurus Harian Sindikasi Nur Aini mengatakan dampak pandemi COVID-19 memang sangat
              signifikan bagi kehidupan pekerja di semua status hubungan kerja, baik pekerja tetap maupun
              pekerja kontrak. Terlebih bagi para pekerja freelance.


              SINDIKASI SOROTI SKEMA DISTRIBUSI BANSOS KE PEKERJA YANG TAK TEPAT
              SASARAN

              Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) menyoroti terkait skema
              distribusi  bantuan  sosial  (bansos)  yang  diberikan  pemerintah  ke  pekerja  yang  terdampak
              pandemi COVID-19. Skema distribusi bansos selama ini dinilai tidak tepat sasaran.

              Ketua  Pengurus  Harian  Sindikasi  Nur  Aini  mengatakan  dampak  pandemi  COVID-19  memang
              sangat signifikan bagi kehidupan pekerja di semua status hubungan kerja, baik pekerja tetap
              maupun pekerja kontrak. Terlebih bagi para pekerja freelance.

              "Untuk pekerja tetap dan kontrak dalam setahun terakhir itu mereka mengalami dampak yang
              luar biasa dari pemotongan gaji dirumahkan, bahkan tanpa gaji ya dirumahkan itu, juga mereka
              harus  menghadapi  PHK  yang  PKH-nya  itu  ada  juga  yang  tanpa  kompensasi  atau  pesangon,
              karena alasannya di PHK karena ada pandemi," kata Nura dalam konferensi pers virtual bersama
              Change.org Indonesia, Kamis (5/8/2021).

              Dia menyebut kondisi pandemi menjadi alasan untuk para pekerja kehilangan haknya. Pandemi
              memaksa para pekerja harus melanjutkan hidupnya dengan 'banting setir' dari pekerja tetap
              atau kontrak menjadi freelancer.

              "Kondisi  seperti  itu,  anggota  kami  di  Sindikasi  itu  sama  sekali  tidak  tersentuh  bantuan  dari
              pemerintah, karena skema dan distribusinya kami melihat sangat tidak tepat," ucapnya.

              Dia menjelaskan ada dua skema yang dilakukan pemerintah dalam menyalurkan bantuan ke para
              pekerja yang dinilai tidak tepat sasaran. Pertama adalah lewat bantuan langsung; dan kedua,
              lewat kartu Pra Kerja.

              "Pertama, untuk bantuan langsung itu sama sekali mereka, teman-teman yang bekerja di sektor
              informal  ini  tidak  mendapatkan,  kenapa?  Karena  selama  ini  pendataan  untuk  mendapatkan
              bantuan sosial langsung itu mereka harus terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan, sementara posisi
              mereka  sebagai  status  mereka  sebagai  pekerja  informal  mereka  tidak  terdaftar  di  BPJS
              Ketenagakerjaan, artinya mereka sama sekali tidak mendapatkan," ujarnya.

              "Apalagi kartu Pra Kerja ya, itu tidak jelas lagi skemanya. Karena pekerja itu kan untuk mendapat
              bantuan harus melewati pelatihan dulu. Padahal kebutuhan pekerja kreatif ini, mereka tidak
              mendapatkan pendapatan bukan karena mereka tidak memiliki keahlian profesinya masing, tapi
              karena pekerjaannya nggak ada," tambahnya.

              Dia  tak  hanya  menyoroti  soal  skema  distribusi.  Menurutnya,  jumlah  bantuan  pun  jauh  dari
              kebutuhan biaya hidup.
                                                           142
   138   139   140   141   142   143   144   145   146   147   148