Page 146 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 146

Oleh karena itu, pemulangan PMI harus dilakukan. Menurut Gde, sebanyak 70.000 PMI akan
              dipulangkan secara bertahap. Termasuk di dalamnya 1.364 orang yang masuk dalam kelompok
              rentan, seperti wanita hamil dan anak-anak.

              Sementara itu, sejak tanggal 1 Januari-20 Juli 2021, PMI yang telah tiba di tanah air sebanyak
              50.482 orang. Pemulangan mereka menggunakan skema Repatriasi sebanyak 47.419 orang dan
              Deportasi  sebanyak  3.063  orang.  Khusus  NTB,  kata  Gde,  sebanyak  11.454  orang  telah
              dipulangkan dari Malaysia.

              Gde  menambahkan,  pemulangan  menggunakan  tiga  jalur,  yakni  darat,  laut,  dan  udara.
              Sebanyak 13.748 orang menggunakan jalur laut, 22.651 orang melalui darat, dan 14.083 lewat
              udara.

              Terkait titik kedatangan PMI, Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri
              Andi  Rachmianto  mengatakan,  jalur  udara  melalui  Jakarta,  Medan,  Surabaya,  dan  Lombok.
              Sementara untuk jalur laut melalui Batam, Tanjung Pinang, Dumai, dan Nunukan. Sementara
              jalur darat melalui Pontianak dan Sambas.

              Untuk  memudahkan  pemulangan  PMI,  pemerintah memiliki Program Rekalibrasi Pulang atau
              pemutihan yang dilaksanakan pada Juli-Desember 2021. Melalui program itu, semua pengurusan
              pemulangan PMI dipermudah di mana PMI bisa mengatur kepulangannya sendiri.

              Menurut  Gde,  program  pemutihan  dilaksanakan  karena  kondisi  ekonomi  Malaysia  membuat
              banyak  PMI  kehilangan  pekerjaan.  Akibatnya,  PMI  tersebut  tidak  memiliki  akses  ke  jaring
              pengaman sosial.

              Selain  itu,  menurut  Andi,  karena  penularan  Covid-19  belum  terkendali,  maka  dalam  proses
              pemulangan PMI tersebut, pemerintah harus menyiapkan sejumlah hal seperti lokasi karantina
              dengan kapasitas memadai, fasilitas tes usap, dan vaksinasi.

              Langkah  antisipasi  lain  juga  kesiapan  dalam  menerapkan  protokol  kesehatan,  termasuk
              menghindari penumpukan PMI yang melaksanakan karantina.






































                                                           145
   141   142   143   144   145   146   147   148   149   150   151