Page 141 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 141

dan diskriminasi di tempat kerja. Sebab, hal tersebut dapat berpengaruh terhadap produktivitas
              kerja dan dapat berdampak pada kelangsungan usaha.
              "Oleh  karena  itu,  perlu  adanya  kepedulian  bersama  demi  mewujudkan  kenyamanan  bekerja
              melalui pencegahan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja," ujar Ida dalam keterangannya,
              Kamis (2/8/2021).

              Hal ini dia ungkapkannya saat menyampaikan sambutan dalam Dialog dengan Pengurus SP/SB
              Perempuan se-Kabupaten Gresik bertema 'Menghapuskan Pelecehan Seksual dan Diskriminasi di
              Tempat Kerja' yang berlangsung di PT Smelting Gresik, Jawa Timur.

              Ida menjelaskan untuk meningkatkan pelindungan bagi pekerja perempuan, khususnya terkait
              pencegahan  kekerasan,  pelecehan  seksual,  dan  diskriminasi  di  tempat  kerja,  pihaknya  telah
              melakukan sejumlah upaya. Di antaranya bimbingan teknis kepada manajemen perusahaan dan
              SP/SB, membangun komitmen perusahaan melalui Peraturan Perusahaan (PP) dan Perjanjian
              Kerja Bersama (PKB), serta integrasi dan koordinasi lintas sektoral dalam penegakan hukum.
              Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan aturan yang lebih spesifik terhadap Penghapusan
              Kekerasan dan Pelecehan di Tempat Kerja, serta perbaikan regulasi di bidang ketenagakerjaan,
              di antaranya melalui UU Cipta Kerja.

              "Namun begitu, sinergitas, komitmen, dan upaya konkrit tidak hanya dari pemerintah melainkan
              juga dari stakeholder terkait," ungkapnya.

              Ida  menambahkan  di  masa  pandemi  COVID-19,  pekerja  perempuan  juga  mengalami  beban
              tambahan. Pertama, penurunan atau hilangnya pendapatan. Kedua, budaya pengurusan rumah
              tangga masih dibebankan kepada perempuan.

              Ketiga, pengurusan rumah tangga yang masih dibebankan kepada perempuan tersrbut turut
              menambah beban pekerja perempuan saat Work From Home (WFH). Keempat, kegiatan School
              From Home (SFH) yang juga memberi tugas kepada perempuan untuk mendampingi anaknya
              saat belajar di rumah.

              "Jadi  kita  harus  ingat,  dalam  setiap  situasi  krisis,  kelompok  yang  paling  rentan  mengalami
              kesenjangan,  diskriminasi,  dan  kekerasan,  adalah  kelompok  marjinal  di  mana  pekerja
              perempuan termasuk di dalamnya," jelasnya.

              Sebagai informasi, turut hadir dalam acara ini Dirjen Binwasnaker dan K3, Haiyani Rumondang;
              Dirjen PHI dan Jamsos, Indah Anggoro Putri; Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani beserta jajaran;
              dan Presiden Direktur PT Smelting.
























                                                           140
   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146