Page 162 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 162

"Perlu  ada  kepedulian  bersama  demi  mewujudkan  kenyamanan  bekerja  melalui  pencegahan
              kekerasan dan pelecehan di tempat kerja," kata Menaker, Ida Fauziyah, saat menyampaikan
              sambutan  dalam  Dialog  dengan  Pengurus  SP/SB  Perempuan  se-Kabupaten  Gresik  bertema
              Menghapuskan Pelecehan Seksual dan Diskriminasi di Tempat Kerja, di PT Smelting Gresik, Jawa
              Timur, Kamis (5/8/2021).

              Ida menjelaskan, untuk meningkatkan pelindungan bagi pekerja perempuan, khususnya terkait
              pencegahan  kekerasan,  pelecehan  seksual,  dan  diskriminasi  di  tempat  kerja,  pihaknya  telah
              melakukan sejumlah upaya. Upaya-upaya itu antara lain, bimbingan teknis kepada manajemen
              perusahaan dan SP/SB, membangun komitmen perusahaan melalui Peraturan Perusahaan (PP)
              dan  Perjanjian  Kerja  Bersama  (PKB),  serta  integrasi  dan  koordinasi  lintas  sektoral  dalam
              penegakan hukum.

              Selain itu, pihaknya juga akan menyediakan aturan yang lebih spesifik terhadap penghapusan
              kekerasan dan pelecehan di tempat kerja, serta perbaikan regulasi di bidang ketenagakerjaan,
              di antaranya melalui UU Cipta Kerja.

              "Namun begitu, sinergitas, komitmen, dan upaya konkrit tidak hanya dari pemerintah melainkan
              juga dari stakeholder terkait," katanya.

              Menaker menambahkan, di masa pandemi Covid-19, pekerja perempuan juga mengalami beban
              tambahan. Pertama, penurunan atau hilangnya pendapatan. Kedua, budaya pengurusan rumah
              tangga masih dibebankan kepada perempuan.

              Ketiga, pengurusan rumah tangga yang masih dibebankan kepada perempuan tersebut turut
              menambah beban pekerja perempuan saat Work From Home (WFH). Keempat, kegiatan School
              From Home (SFH) yang juga memberi tugas kepada perempuan untuk mendampingi anaknya
              saat belajar di rumah.

              "Kita  harus  ingat,  dalam  setiap  situasi  krisis,  kelompok  yang  paling  rentan  mengalami
              kesenjangan,  diskriminasi,  dan  kekerasan,  adalah  kelompok  marjinal  di  mana  pekerja
              perempuan termasuk di dalamnya," jelasnya.

              Turut hadir dalam acara ini, Dirjen Binwasnaker dan K3, Haiyani Rumondang; Dirjen PHI dan
              Jamsos, Indah Anggoro Putri; Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani beserta jajaran; dan Presiden
              Direktur PT Smelting.































                                                           161
   157   158   159   160   161   162   163   164   165   166   167