Page 35 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 35
Judul Ekonom: Guyur Stimulus Memadai Cegah Ancaman PHK
Nama Media Ekonomi Neraca
Newstrend Program Jaring Pengaman Sosial
Halaman/URL Pg1
Jurnalis Mohar
Tanggal 2021-08-06 05:41:00
Ukuran 93x191mmk
Warna Hitam/Putih
AD Value Rp 4.650.000
News Value Rp 46.500.000
Kategori Ditjen PHI & Jamsos
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky mengusulkan pemerintah agar memberikan beragam
stimulus yang memadai agar perusahaan tidak melakukan PHK.
EKONOM: GUYUR STIMULUS MEMADAI CEGAH ANCAMAN PHK
Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas
Indonesia (LPEM FEB UI) Teuku Riefky mengusulkan pemerintah agar memberikan beragam
stimulus yang memadai agar perusahaan tidak melakukan PHK.
"Salah satu langkah yang dapat dilakukan pemerintah ialah memberikan subsidi gaji dan
keringanan pajak untuk perusahaan yang tak melakukan PHK," kata Teuku Riefky ketika
dihubungi di Jakarta, kemarin (5/8).
Namun, menurut dia, kuncinya sebenarnya adalah kebijakan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang
kuat, sehingga masyarakat yang terkena PHK masih dapat memenuhi kebutuhan dasar.
Dia berpendapat bahwa PHK adalah hal yang wajar terjadi di masa Pemberlakuan Pembatasan
Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dan 4. "Saya rasa PHK yang meningkat ini wajar mengingat
PPKM yang diperpanjang. Di negara lain pun lockdown yang dilakukan akan menghasilkan PHK
yg meningkat," ujarnya seperti dikutip Antara.
Dengan kata lain, kata Teuku, PHK pasti akan terjadi jika aturan pembatasan lockdown atau
pembatasan sosial dilaksanakan. Kondisi tersebut, lanjutnya, dinilai natural dalam kondisi
aktivitas ekonomi tidak berjalan secara normal seperti saat pandemi. Teuku menyebut, dengan
kondisi fiskal yang terbatas, dikatakanakan terlalu mahal jika hendak mencegah PHK.
Dia menilai yang seharusnya menjadi fokus adalah alokasi stimulus untuk program-program JPS,
seperti Bantuan Sosial (bansos), kartu prakerja, Program Keluarga Harapan (PKH), dan yang
lainnya. Jika memaksakan agar PHK tak terjadi, menurut Teuku, justru akan sangat menekan
usaha sehingga dapat mendorong terjadinya kebangkrutan untuk beberapa perusahaan.
34

