Page 36 - E-KLIPING KETENAGAKERJAAN 6 AGUSTUS 2021
P. 36

Adapun  opsi  memindahkan  para  pekerja  yang  terkena  PHK  ke  sekttfr  lain,  dinyatakan  tidak
              mungkin  terjadi  karena  sistem  pasar  tenaga  kerja  di  Indonesia  bukan  stateassigment  atau
              ditentukan secara totaliter oleh negara. "Artinya, pemerintah tidak dapat mendorong pekerja
              untuk berpindah dari satu sektor ke sektor lain. Pun juga sklillsnya belum tentu cocok antar
              sektor," ujarnya.

              Sementara, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta VVidjaja
              Kamdani  menyebut  pengendalian  pandemi  Covid-19  merupakan  kunci  utama  untuk  bisa
              mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di dunia usaha dan industri.

              Menurut dia, dalam kondisi pandemi seperti saat ini, tidakada solusi cepat untuk bisa mencegah
              PHK  karena  kebutuhan  mempertahankan  usaha  harus  dipenuhi  dulu  agar  PHK  massal  bisa
              dihentikan.  "Untuk  itu,  kebijakan  yang  kami  rasa  paling  penting  pada  saat  ini  adalah
              pengendalian  pandemi  secepat-cepatnya  agar  PPKM  bisa  segera  direlaksasi  dan  terjadi
              normalisasi kegiatan ekonomi," katanya.

              Selain itu, kebijakan lain yang perlu dilakukan yakni menggelontorkan stimulus counter cyclical
              (kebijakan sebaliknya) hingga kinerja ekonomi nasional setidaknya 90 persen kembali ke level
              kinerja prapandemi. "Apa bentuk stimulus sebaliknya? Bisa macam-macam tergantung sektor
              usaha terkait," imbuhnya.

              Shinta  menuturkan  secara  umum  yang  diperlukan  pelaku  usaha  saat  PPKM  untuk  bisa
              mempertahankan tenaga kerja adalah kelancaran arus kas (cashflow); penurunan beban-beban
              operasional seperti beban pajak, beban bunga pinjaman, biaya energi; serta suntikan modal
              kerja.  Dengan  demikian,  idealnya  harus  ada  stimulus-stimulus  yang  menciptakan  tiga  hal
              tersebut.

              Untuk cashflow, menurut Wakil Ketua Umum Apindo itu, yang dibutuhkan adalah normalisasi
              kegiatan ekonomi masyarakat secara umum. "Jadi kebijakan vaksinasi dan penegakan disiplin
              protokol  kesehatan  harus  ditingkatkan  dan  menghasilkan  output  pengendalian  pandemi  yg
              kondusif secara stabil dan permanen," ujarnya.
              Selain itu. Yang perlu didukung dengan stimulus-stimulus pendongkrak konsumsi masyarakat,
              khususnya kelas menengah. atas, seperti kebijakan diskon PPnBM atau kebijakan potongan PPN
              sementara.

              Selanjutnya,  untuk  penurunan  beban-beban  usaha  bisa  dilakukan  dengan  stimulus-stimulus
              fiskal dan non-fiskal baik yang sudah dilakukan sejak tahun lalu seperti insentif PPh orang dan
              badan, insentif untuk kawasan Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan lainnya- emohar

























                                                           35
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41