Page 189 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 189
Dalam kesempatan terpisah, Dirjen Rehabilitasi Sosial, Harry Hikmat mengatakan, upaya ini
wujud sinergi antara Kemensos melalui Balai Rehabilitasi Sosial dan RPTC dengan Kemenko PMK,
Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Kementerian Kesehatan, Ditjen Dukcapil
dan Instansi Pemerintah Daerah.
“Ini bukti bahwa sinergi semua pihak berjalan baik. Komunikasi dan langkah aksi dari masing-
masing pihak saling menguatkan satu sama lain,” kata Harry saat tampil sebagai narasumber
dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Penanganan Pemulangan PMIB dari Malaysia, belum lama ini.
Sesuai arahan Risma, 41 balai rehabilitasi sosial milik Kemensos di seluruh Indonesia yang telah
multifungsi siap membantu proses pemulangan, rehabilitasi sosial hingga pemberdayaan PMIB
bersama sama Dinas Naker dan Dinas Perindustrian setempat.
“Intinya bagaimana PMIB bisa kembali ke keluarga. Ini upaya banyak pihak agar mereka bisa
kembali dan diterima oleh keluarga. Kita juga perlu memberikan pengertian kepada keluarga
bahwa pemulangan ini adalah pilihan terbaik,” katanya.
Upaya reintegrasi sosial yang dilakukan Kementerian Sosial yaitu melakukan asesmen
komprehensif oleh pekerja sosial balai maupun Dinas Sosial, melakukan tracing bagi yang
terkendala serah terima dengan keluarga, pendampingan dan fasilitasi hak sipil PMIB dan
jaminan kesehatan (PBI) serta akses kesempatan kerja dan mengakseskan pada pemberdayaan
secara ekonomi.
Hasil asesmen komprehensif akan menentukan apakah PMIB bisa mendapatkan layanan
rehabilitasi sosial di keluarga, di komunitas (Lembaga Kesejahteraan Sosial) atau di balai. Dengan
integrasi layanan maka PMIB bisa diberikan bekal pemberdayaan ekonomi.
“Peran Pemda sangat diperlukan untuk memastikan PMIB mendapatkan akses kesempatan kerja,
seperti yg telah disampaikan dalam surat Menteri Sosial kepada Gubernur dan Bupati/Walikota
daerah asal PMIB,” katanya.
Dengan upaya pemberdayaan itu, PMIB bisa mengisi Sentra Kreasi ATENSI (SKA) yang
dikembangkan oleh Kementerian Sosial sebagai pusat pengembangan kewirausahaan dan
vokasional serta media promosi hasil karya penerima manfaat dalam satu kawasan.
"Jadi para pekerja migran ini SDM yang produktif, mereka punya skill yang bisa dikembangkan
berdasarkan hasil pemetaan. Maka balai jangan ragu memastikan jika mereka memiliki
keterampilan agar ikut mengisi Sentra Kreasi ATENSI dengan hasil karya mereka baik berupa
makanan maupun kerajinan tangan," kata Harry.
Sebagai informasi, sebanyak 276 dari 7.200 orang telah dipulangkan dalam dua gelombang,
yaitu 24 Juni 2021 sebanyak 145 orang dan pada 27 Juni 2021 sebanyak 131 orang.
188

