Page 201 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 201
Tahun Magang diyakini Apindo mampu mendukung upaya pemerintah untuk memulihkan
ekonomi sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja.
"Meskipun bukan hal mudah di masa pandemi, magang bisa dijadikan solusi sebab adanya
magang bisa memberikan pelatihan bagi pencari kerja (pencaker). Bukan hanya untuk
perusahaan besar, lebih penting perusahaan UKM, agar mereka bisa mendapatkan akses tenaga
kerja terampil, " kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bidang
Ketenagakerjaan, Bob Azam di Jakarta, Jumat (2/7).
Ditambahkan Bob Azam, melalui program magang, para pencaker nantinya bisa mengikuti
pelatihan di perusahaan yang memiliki fasilitas pelatihan yang baik, sebelum nantinya bekerja di
UMKM.
"Jadi ada kerja sama segitiga, pemerintah melalui BLK dengan perusahaan yang memiliki fasilitas
pelatihan yang baik, terutama perusahaan Jepang, " katanya.
Untuk menyukseskan pencanangan program magang 2022-2022, Apindo mendorong
perusahaan Jepang membuka diri lebih besar lagi, untuk melakukan magang, pelatihan.
Termasuk transfer of technology terhadap pekerja Indonesia dan mitra perusahaan Jepang di
Indonesia.
"Terutama untuk yang perusahaan yang berorientasi pada usaha kecil dan ekspor. Kami
berharap JJC mampu optimal menyerap maganguntuk menyukseskan Year of Apprenticeship,"
katanya.
Dukungan senada dikatakan oleh Chairman JJC Takuji Konzo. Dia menyatakan kesiapannya
untuk membantu pemerintah menyukseskan magang di seluruh perusahaan yang tergabung
dalam JJC.
JJC lanjut Takuji akan turut menyukseskan program magang yang dicanangkan Menaker Ida
Fauziyah.
"Perusahaan Jepang yang ada di Indonesia sebanyak1500 perusahaan, 700 perusahaan
merupakan anggota JJC. Kami akan sosialisasikan untuk membuka diri terhadap program
pemagangan yang dicanangkan Kemnaker," katanya.
Takuji menambahkan pihaknya berkeinginan kerja sama dengan Apindo/Kadin untuk segera
menyelenggarakan program magang ke UMKM.
[hrs].
200

