Page 242 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 242
CURHAT PENGUSAHA MAL: SELAMA PANDEMI BERTAHAN TANPA BANTUAN
PEMERINTAH
Para perusahaan pusat perbelanjaan atau mal merasa mengalami tahun yang sangat buruk di
masa pandemi COVID-19. Kini derita mereka ditambah dengan diharuskan tutup selama masa
PPKM Darurat 3-20 Juli 2021 demi menekan penambahan kasus COVID-19.
Wakil Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia
(APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, selama ini perusahaan pusat perbelanjaan sudah
berjibaku bertahan di masa pandemi tanpa adanya bantuan dari pemerintah.
"Pusat perbelanjaan sebagai salah satu fasilitas masyarakat dan menjadi salah satu pilar
perdagangan dalam negeri Indonesia, masih harus terus berjuang sendiri untuk bertahan tanpa
bantuan pemerintah selama masa pandemi yang telah berlangsung selama hampir satu setengah
tahun ini," ucapnya, Jumat (2/7/2021).
Menurutnya, kondisi industri pusat perbelanjaan sebenarnya di 2021 lebih berat dari tahun
sebelumnya. Sebab hampir semua dana cadangan sudah terkuras habis pada tahun lalu yang
digunakan hanya untuk sekadar bertahan saja.
Dana darurat merupakan dana cadangan yang disiapkan perusahaan pusat perbelanjaan untuk
menghadapi kondisi-kondisi darurat saja. Tujuannya agar tetap bisa bertahan.
"Hampir semua dana cadangan sudah terkuras habis pada tahun 2020 yang lalu yaitu hanya
untuk sekadar bertahan saja," ucapnya.
Jika kondisi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin banyak perusahaan pusat perbelanjaan
goyang. Hal terburuknya akan terjadi PHK massal.
Sebelumnya PT Matahari Department Store Tbk juga meminta pemerintah memberikan
dukungan kepada para pelaku industri ritel. CEO Matahari Terry O'Connor mengatakan,
kebijakan itu tentu sangat berat bagi seluruh pelaku industri ritel.
Pemerintah diminta bantu pengusaha. Cek halaman berikutnya.
Oleh karena itu dia meminta pemerintah Indonesia juga memberikan dukungan kepada para
pelaku industri ritel, seperti halnya dilakukan banyak pemerintah di negara lain.
"Saya merasa kami secara industri membutuhkan dukungan dari pemerintah. Seperti kita ketahui
banyak negara juga memberikan dukungan kepada sektor ritel untuk bertahan. Misalnya untuk
biaya sewa untuk mengurangi beban pengeluaran biaya," tuturnya dalam konferensi pers virtual,
Kamis (1/7/2021).
Terry menjelaskan, keuangan perusahaan ritel selama pandemi tentunya sudah sangat berat.
Perusahaan juga masih harus mengeluarkan biaya tambahan selama pandemi.
"Karena kami juga harus tetap menjaga pengeluaran kami untuk melakukan protokol kesehatan,
untuk sanitasi, untuk vaksinasi dan health care," terangnya.
Meski begitu, Terry mengakui para pemilik mal atau pusat perbelanjaan selama pandemi sudah
memberikan dukungan dengan menerapkan diskon sewa. Namun para pemilik mal tentu tidak
bisa terus menerus melakukan hal itu.
Hal yang disayangkan juga oleh perusahaan adalah masa pemberlakuan PPKM Darurat. Meski
secara hitungan hanya sekitar 2 minggu lebih, tapi ada 3 akhir pekan selama 3-20 Juli 2021.
241

