Page 249 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 249

Namun  secara  subyektif  saya  merasakan  gejala  diskriminatif  terhadap  pekerjaan  rakyat
              Indonesia  dengan  eksplisit  memilah  serta  memisahkan  yang  berkualitas  rendah  dari  yang
              berkualitas tinggi.

              Istilah rendah memang cenderung merendahkan. Sebagai insan awam yang meyakini kuantitas
              bisa diukur namun kualitas mustahil diukur kecuali dipaksakan seperti tes kecerdasan atau tes
              wawasan  kebangsaan,  mohon  dimaafkan  bahwa  saya  pribadi  merasa  kurang  sreg  terhadap
              penilaian diskriminatif terhadap kualitas pekerjaan yang dilakukan oleh rakyat Indonesia.

              Sektor informal

              Berdasar  observasi  empiris  organoleptik  yang  dilakukan  Sanggar  Pembelajaran  Kemanusiaan
              terhadap  kenyataan  kegiatan  sektor  informal,  saya  berani  menyimpulkan  bahwa  sebenarnya
              tidak ada rakyat Indonesia yang ingin apalagi bercita-cita melakukan pekerjaan yang kualitasnya
              rendah seperti penilaian oleh Bank Dunia.

              Apalagi  orangtua  saya  terlanjur  mendidik  saya  untuk  jangan  memandang  rendah  pekerjaan
              manusia yang halal dalam arti tidak bersifat kriminal atau merugikan orang lain.

              Saya  tidak  berani  memandang  rendah  pekerjaan  yang  dikerjakan  para  penjual  makanan
              angkringan serta para penjual jamu gendong.

              Maka  saya  selalu  menghormati  para  ojekis,  pedagang  asongan,  pemulung  serta  para
              wirausahawan/wati kaki lima.
              Para beliau yang berkarya mencari nafkah di sektor informal justru merupakan para pekerja
              keras  sejati  yang  saya  yakini  sepenuhnya  justru  merupakan  para  tokoh  soko-guru  ekonomi
              nasional Indonesia. Merdeka!









































                                                           248
   244   245   246   247   248   249   250   251   252   253   254