Page 253 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 253
Tenant yang boleh beroperasi antara lain kategori supermarket, farmasi, ATM dan layanan
perbankan, hingga gerai makanan minuman yang hanya melayani pembelian dibawa pulang dan
pesan antar.
Sebelum tanggal 24 Juni 2021, kata Ellen trafik di pusat belanja rata-rata mencapai 44 persen
dari kondisi normal sebelum terjadinya pandemi Covid-19. Mulai tanggal 24 Juni 2021- Tanggal
1 Juli 2021 trafik tersebut turun sekitar 40 persen dari 44 persen, sehingga tersisa sekitar rata-
rata 26-28 persen.
Seiring dengan trafik kunjungan yang anjlok, ujar Ellen, sebuah pusat belanja dirancang dengan
AC sentral dan memakai chiller yang berkapasitas besar, sehingga sangat tidak efisien dari segi
biaya operasional. Apalagi, umumnya letak tenant makanan dan minuman, misalnya, tidak
berada pada satu lantai.
"Namun kami juga terpaksa harus beroperasional sebagian sesuai peraturan yang sudah
diterbitkan tersebut untuk memberikan kesempatan kepada masyarakat yang masih
membutuhkan produk esensial dan kebutuhan sehari-hari, sehingga kebutuhan masyarakat
masih dapat dipenuhi," ujar Ellen.
Dengan kondisi tersebut, Ellen mengatakan para pengelola pusat belanja hanya dapat berharap
pandemi Covid-19 cepat berlalu dan Pemerintah dapat lebih cermat serta tepat sasaran untuk
mengetahui dan menangani penyebaran penyakit tersebut. Sehingga, peraturan yang diterbitkan
juga akan lebih tepat sasaran. Dengan demikian, ekonomi juga bisa bergerak kembali dan para
pekerja juga memperoleh kembali pekerjaannya.
"Kerugian sudah sangat besar karena biaya operasional sebuah pusat belanja cukup besar, di
samping pusat belanja juga masih harus memberikan diskon kepada para tenant sesuai dengan
kemampuannya agar para tenant juga masih bisa bertahan dan membuka lapangan kerja," tutur
dia.
Sejak Covid-19 merebak di Indonesia, ujar Ellen, pusat belanja sudah mengalami berbagai
peraturan PSBB dan juga berbagai PPKM serta perketatan, sehingga daya tahan pusat belanja
juga sudah sangat melemah.
252

