Page 255 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 255
Ringkasan
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengajak elemen buruh
mendukung penuh langkah Pemerintah dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
(PPKM) Darurat untuk menahan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia. Setidaknya ada 4 hal
yang disampaikan Said Iqbal menyikapi pemberlakuan PPKM darurat yang akan berlaku mulai
besok, 3 Juli sampai 20 Juli 2021.
KSPI DUKUNG PENUH PEMBERLAKUAN PPKM DARURAT TAPI MINTA LANJUTKAN
SUBSIDI UPAH UNTUK BURUH
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengajak elemen buruh
mendukung penuh langkah Pemerintah dalam Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat
(PPKM) Darurat untuk menahan angka penyebaran Covid-19 di Indonesia.
Setidaknya ada 4 hal yang disampaikan Said Iqbal menyikapi pemberlakuan PPKM darurat yang
akan berlaku mulai besok, 3 Juli sampai 20 Juli 2021.
Pertama, kata Said Iqbal, KSPI dan buruh Indonesia mendukung langkah-langkah Pemerintah
Indonesia di bawah Presiden Joko Widodo untuk menekan angka pandemi Covid-19 melalui
kegiatan PPKM, agar penyebaran Covid-19 tidak meluas, bertambah, dan tidak membuat angka
kematian akibat Covid-19 makin meningkat.
Said Iqbal meminta, menghimbau dan meminta kepada buruh di seluruh Indonesia untuk
mengikuti protokol kesehatan dan mengikuti arahan pemerintah selama pemberlakukan PPKM.
Dalam kaitan dengan itu, pengusaha harus menyediakan segala fasilitas terkait protokol
kesehatan.
"Perusahaan harus menyediakan masker, hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan pemberlakuan
jarak agar tidak terlalu mendekat saat berlangsungnya proses produksi, makan siang, tempat
ibadah di lingkungan perusahaan dan tempat parkir," kata Said Iqbal, kepada wartawan, Jumat
(2/7/2021).
"Sementara bagi perusahaan yang tidak mampu, pemerintah daerah dan pusat wajib
memberikan bantuan untuk menyediakan alat untuk memenuhi protokol kesehatan secara
gratis," imbuhnya.
Kedua, fakta di lapangan, angka kematian dan penderita Covid-19 di klaster buruh dan
keluarganya terus meningkat. Hal ini menjadi persoalan mendasar, akan mendahulukan aspek
kesehatan atau ekonomi.
Menurut Said Iqbal, biasanya ketika buruh diketahui terpapar Covid-19 di lingkungan
perusahaan, buruh cenderung diminta melakukan isolasi mandiri di rumah.
Mereka tidak melapor ke Satgas setempat. Karena jika ini dilakukan, akan dilakukan penutupan
sementara perusahaan selama 10 sampai 14 hari. "Perusahaan keberatan dengan dilakukan
penutupan sementara," ujarnya.
Maka agar jangan sampai ditutup, perusahaan yang buruhnya terpapar Covid-19 cenderung
tidak mau mengumumkan.
Akibatnya, buruh yang melakukan isolasi mandiri di rumah menularkan kepada keluarga. Inilah
yang menjelaskan klaster pabrik sekarang merambah ke klaster keluarga.
254

