Page 258 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 258

PPKM DARURAT, TENANT MAL TERPAKSA RUMAHKAN HINGGA KURANGI PEGAWAI

              Pemerintah  memutuskan  untuk  membatasi  aktivitas  di  mal  atau  pusat  perbelanjaan  selama
              Pemberlakuan Pembatasan Masyarakat (PPKM) Darurat.

              Ketua  Asosiasi  Pengelola  Pusat  Belanja  Indonesia  (APPBI)  DKI  Jakarta,  Ellen  Hidayat,
              mengatakan akibat PPKM Darurat para tenant di mal dan pusat perbelanjaan harus merumahkan
              karyawannya. Bahkan ada yang mengurangi karyawannya.

              "Dengan adanya PPKM Darurat tersebut, maka tentunya para tenant dan pusat belanja harus
              merumahkan para karyawannya atau melakukan pengurangan tenaga kerja," ujar Ellen melalui
              rilis yang diterima kumparan, Jumat (2/7).

              Pembatasan  di  tengah  pandemi  COVID-19,  kata  dia,  sangat  berdampak  pada  perputaran
              ekonomi di pusat perbelanjaan atau mal. Bukan hanya karena pembatasan usaha, tapi juga
              karena turunnya daya beli masyarakat.

              "Sebenarnya  membuat  kami  sangat  prihatin  pada  situasi  semua  masyarakat  harus  dapat
              meningkatkan  dan  menjaga  kesehatan  pribadi  dan  keluarganya  sehingga  membutuhkan
              penghasilan untuk dapat bertahan," kata dia.

              "Mal adalah industri padat karya, dengan banyaknya batasan untuk pusat belanja, tentunya daya
              serap tenaga kerja juga semakin minim," lanjutnya.

              Untuk traffic pusat perbelanjaan, kata dia, sebelum tanggal 24 Juni 2021, rata-rata mencapai
              44% dari kondisi normal sebelum terjadinya pandemi COVID-19.

              "Mulai tanggal 24 Juni-1 Juli 2021 traffic di pusat belanja turun sekitar 40% dari 44%, sehingga
              traffic tersisa sekitar rata-rata 26%- 28%," terangnya.

              Sementara selama pemberlakuan PPKM Darurat, traffic pusat perbelanjaan akan semakin turun.

              "Umumnya di pusat belanja kategori/tenant yang diizinkan beroperasional pada periode PPKM
              Darurat hanya berjumlah sekitar 10%-18% dari keseluruhan tenant yang dimiliki oleh sebuah
              pusat belanja, maka prediksi kami traffic pengunjung tentu akan sangat landai," jelasnya.

              Adapun mal dan pusat perbelanjaan di bawah APPBI DKI Jakarta berjumlah 85 anggota.






























                                                           257
   253   254   255   256   257   258   259   260   261   262   263