Page 260 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 260

Dari  rumah  tersebut,  diamankan  12  warga  Sulawesi  Selatan  (  Sulsel  ) yang  diduga  menjadi
              korban perdagangan orang, dan seorang terduga pelaku berinisial K.
              Kemudian terdapat juga dua pelaku lain yang masih dalam pengejaran.

              Kepala  BP2MI  Pontianak  Kombes  Pol  Erwin  Rahmat  mengatakan,  awalnya  12  orang  ini
              diberangkatkan  dari  Sulsel  menggunakan  kapal  laut  dan  berlabuh  di  Pelabuhan  Batulicin,
              Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel).

              Kemudian, lanjut Erwin, menggunakan bus ke sebuah rumah di Kecamatan Sekayam.
              "Modusnya berangkat naik kapal dari Sulawesi, turun di Pelabuhan Batulicin. Dari situ naik travel,
              sampai ke Sekayam," kata Erwin kepada wartawan, Jumat (2/7/2021).

              Untuk  pelaku  inisial  K,  perannya  adalah  menfasilitasi  tempat  penampungan,  sekaligus
              menyediakan kebutuhan sehari-hari, seperti makan dan minum.

              Dari pemeriksaan awal, ungkap Erwin, pelaku baru kali ini menampung dan membawa orang
              untuk dimasukkan ke Malaysia .

              "Dari pengakuan pelaku baru pertama kali ini menampung, tetapi masih didalami," ujar Erwin.

              Sebagaimana diketahui, sebanyak 12 warga Sulsel itu terdiri dari tiga perempuan dan sembilan
              laki-laki.

              Mereka  rencananya  akan  dibawa  dan  dipekerjakan  ke  Serawak,  Malaysia  melalui  jalur  tikus
              Mereka,  terang  Erwin,  sudah  dibawa  ke  selter  penampungan  milik  BP2MI  Pontianak  untuk
              pemeriksaan tambahan agar segera dipulangkan ke daerah asal.

              "Mereka sudah didata dan dites Covid-19. Mereka juga dilakukan pemeriksaan oleh Polda Kalbar,
              ketika pemeriksaan sudah selesai, mereka akan dipulangkan ke daerah asal," ucap Erwin.
              Sementara  itu,  lanjut  Erwin,  terduga  pelaku  berinisial  K  saat  ini  sudah  diserahkan  kepada
              penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar untuk penyidikan lebih lanjut.

              Menurut Rahmat, tersangka K dijerat dengan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang
              Perlindungan  Pekerja  Migran  Indonesia  (PMI)  dan  Undang-undang  Nomor  21  Tahun  2007
              tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

              "Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan untuk pengembangan di Polda Kalbar," tutup
              Erwin.
























                                                           259
   255   256   257   258   259   260   261   262   263   264   265