Page 265 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 265

PEMKAB SIAK OPTIMALKAN KEPESERTAAN BPJAMSOSTEK

              Sebanyak 81 ribu angkatan kerja di Kabupaten Siak belum terlindungi dalam kepesertaan Badan
              Penyelenggara Jaminan Sosial Tenaga Kerja (BPJamsostek) sehingga diperlukan regulasi untuk
              menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 2/2021 tentang optimalisasi program jaminan sosial.

              Asisten III Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Siak Jamaluddin, Kamis (1/7) mengatakan,
              pihaknya  akan  membuat  regulasi  untuk  peningkatan  kepesertaan  tersebut.  Di  antaranya
              membantu dengan kebijakan pemerintah dan aturan terhadap perusahaan. "Kita akan buat surat
              instruksi kepada organisasi perangkat daerah dan perusahaan. Termasuk kontraktor harus ikut
              BPJS Ketenagakerjaan serta anggotanya. Kemudian untuk mengurus izin usaha syaratnya juga
              sudah harus ikut BPJS Ketenagakerjaan," kata Jamaluddin.

              Hal itu dikatakannya dalam focus grup diseussion dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Siak
              dan Pekanbaru. Pada kesempatan itu. ia menyampaikan untuk pegawai non-aparatur sipil negara
              (ASN) di Pemkab Siak sebanyak 7.762 sudah diikutkan BPJS.
              Kemudian juga perangkat kampung atau desa yang sudah terdaftar ada 58 dari 122 kampung.
              Terkait penambahan jaminan hari tua, Jamal juga masih mempertimbangkan kondisi keuangan.
              Saat ini perlindungan untuk honorer dan perangkat kampung hanya untuk jaminan kecelakaan
              kerja dan kematian.

              Kepala  Cabang  (Kacab)  BPJS  Ketenagakerjaan  Siak  Yusuf  Delvi  berharap.  pemerintah
              memberikan  perlindungan  kepada  perangkat  RT/RK  yang  pada  2020  dimulai.  Pihaknya
              mencarikan  biaya  jaminan  itu  dari  sejumlah  perusahaan,  namun  pada  2021  ini  belum  ada
              keberlanjutan. "Kepesertaan RT/RK dengan iuran dari dana tanggung jawab sosial perusahaan
              sebanyak 2.678 orang. Pada 2021 belum ada keberlanjutan. sekarang masa tenggang 90 hari
              dan ada relaksasi," ujarnya.

              Kemudian dia juga meminta agar pemerintah memberikan perlindungan bagi kader posyandu.
              Pasalnya mereka sebagai garda terdepan program pengurangan stunting. "Mereka tak ada ikatan
              kerja, hanya uang transportasi Rp 100 ribu. Harap ada perlindungan," imbuhnya.

              Kepala  BPJS  Pekanbaru  Uus  Supriyadi  menyampaikan,  di  Kota  Pekanbaru  untuk  RT/RW
              perlindungannya ditanggung Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Dia menyampaikan saat ini
              juga ada program jaminan kehilangan pekerjaan yang kena pemutusan hubungan kerja. "Maka
              dapat subsidi dari pemerintah enam bulan, ada pelatihan juga dan itu tak ada iurannya. Lalu ada
              juga beasiswa bagi yang minimal tiga tahun kepesertaan, ahli waris atau putra-putrinya yang
              dapat," ungkapnya.

              Pada kegiatan itu juga hadir Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Siak,
              Robby Hermansyah. Ia mengatakan inpres tersebut harus dilaksanakan dan instruksinya kepada
              pemerintah daerah menyusun anggaran. "Kita dari kejaksaan ikut, untuk penegakan kepatuhan
              pemerintah daerah dan perusahaan," sebutnya. (Ant)

















                                                           264
   260   261   262   263   264   265   266   267   268   269   270