Page 296 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 296

"Sehingga  diharapkan  dapat  menurunkan  kasus  hingga  di  bawah  10.000  (per  hari)  atau
              mendekati 10.000," kata dia.
              Pengusaha pusat perbelanjaan dan mal mengeluh Kebijakan penutupan pusat perbelanjaan dan
              mal lantas dikeluhkan pengusaha pusat perbelanjaan dan mal.

              Ketua  Umum  Asosiasi  Pengelola  Pusat  Belanja  Indonesia  (APPBI)  Alphonsus  Widjaja
              mengatakan, pusat perbelanjaan dan mal akan kembali mengalami kesulitan besar di tengah
              PPKM Darurat .

              Hingga saat ini, pusat perbelanjaan dan mal masih belum bisa bangkit dari keterpurukan.

              "Saat ini pun sebenarnya masih belum bisa bangkit dari keterpurukan akibat kondisi berat yang
              terjadi  pada  tahun  2020  yang  lalu  dan  pada  tahun  2021  ini  hanya  boleh  beroperasi  secara
              terbatas, yaitu dengan kapasitas maksimal 50 persen saja," ujar Alphonsus dalam keterangan
              tertulis, Kamis (1/7/2021) siang.

              Ia mengatakan, pengelola pusat perbelanjaan dan mal sudah merasakan kondisi usaha yang
              jauh lebih berat di awal 2021 dibandingkan tahun sebelumnya.

              Menurut dia, dana cadangan yang dimiliki para pengusaha sudah habis terkuras pada awal 2021.

              "Hampir semua dana cadangan sudah terkuras habis pada tahun 2020 yang lalu, yaitu hanya
              untuk sekadar bertahan saja," ujar Alphonsus.

              "Dengan ditutupnya kembali operasional pusat perbelanjaan maka akan kembali banyak pekerja
              yang  dirumahkan  dan  jika  kondisi  terus  berkepanjangan  maka  akan  terjadi  kembali  banyak
              pemutusan hubungan kerja (PHK)," tambah Alphonsus.

              Ia mengatakan, upaya pemulihan ekonomi yang telah dilakukan pengusaha pusat perbelanjaan
              dan mal akan sia-sia jika harus menjalani penutupan.

              PPKM  darurat  disebut  dapat  membuat  sektor  usaha  di  pusat  perbelanjaan  dan  mal  menjadi
              terpuruk.


              "Pergerakan ekonomi yang sebenarnya sudah tumbuh cukup menggembirakan pada semester I
              (tahun) 2021 yang mana telah diupayakan secara susah payah selama ini akan menjadi sia-sia
              dan akan kembali terganggu atau terpuruk," kata Alphonsus.

              Ia  mengatakan,  pengusaha  pusat  perbelanjaan  dan  mal  hampir  dipastikan  akan  kesulitan
              mencapai target perekonomian yang telah ditetapkan pada tahun ini.

              Alphonsus  mengatakan,  pengusaha  pusat  perbelanjaan  dan  mal  harus  berjuang  sendiri
              menghadapi pandemi Covid-19.

              "Pusat  perbelanjaan  sebagai  salah  satu  fasilitas  masyarakat  dan  menjadi  salah  satu  pilar
              perdagangan dalam negeri Indonesia masih harus terus berjuang sendiri untuk bertahan tanpa
              bantuan pemerintah selama masa pandemi yang telah berlangsung selama hampir satu setengah
              tahun ini," ujar Alphonsus.

              Penegakan aturan lemah Lemahnya penegakan berbagai peraturan pembatasan untuk menekan
              penularan Covid-19 dinilai menjadi faktor yang menyebabkan munculnya kebijakan PPKM.

              Lemahnya penegakan peraturan pembatasan disebut justru mengambil pengorbanan besar yang
              telah dilakukan oleh pengusaha pusat perbelanjaan dan mal.




                                                           295
   291   292   293   294   295   296   297   298   299   300