Page 3 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 5 JULI 2021
P. 3
Judul TKA Masuk Sulsel, Plt Gubernur Sulsel: Tim Turun untuk Hentikan Jika
Tidak Berizin
Nama Media fajar.co.id
Newstrend Kedatangan TKA China
Halaman/URL https://fajar.co.id/2021/07/05/tka-masuk-sulsel-plt-gubernur-sulsel-
tim-turun-untuk-hentikan-jika-tidak-berizin/
Jurnalis Adi Mirsan
Tanggal 2021-07-05 09:45:00
Ukuran 0
Warna Warna
AD Value Rp 17.500.000
News Value Rp 52.500.000
Kategori Ditjen Binapenta
Layanan Korporasi
Sentimen Positif
Ringkasan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan angkat bicara mengenai 20 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal
China yang masuk ke Indonesia via Makassar. Dikabarkan, 20 TKA asal China itu tiba di Bandara
Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Sabtu (3/7/2021).
TKA MASUK SULSEL, PLT GUBERNUR SULSEL: TIM TURUN UNTUK HENTIKAN JIKA
TIDAK BERIZIN
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan angkat bicara mengenai 20 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal
China yang masuk ke Indonesia via Makassar.
Dikabarkan, 20 TKA asal China itu tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar,
pada Sabtu (3/7/2021).
Menanggapi hal itu, Plt Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman langsung
memerintahkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Propinsi Sulawesi Selatan untuk menelusuri izin dan
persyaratan keberadaan TKA tersebut sesuai aturan yang berlaku.
“Kami telah memerintahkan Kadisnaker Provinsi Sulsel berkoordinasi dengan pihak Imigrasi
untuk turun ke Bantaeng memeriksa perusahaan dan TKA yang datang termasuk syarat perijinan
dari instansi terkait dari pemerintah pusat untuk tindak lanjut sesuai ketentuan,” ungkap Andi
Sudirman, Senin 5 Juli 2021.
Perizinan TKA selama bekerja di Indonesia, kata dia, merupakan kewenangan dari Pemerintah
Pusat atau melalui Kementerian Ketenagakerjaan RI. “Perizinan IMTA tentu dari pusat tapi kami
daerah wajib mengecek dan kita bisa tindaki perusahaan bersangkutan jika tidak mengikuti
prosedur yang ada”, katanya.
Dirinya pun juga berkoordinasi dengan Bupati Bantaeng, Ilham Azikin. “Bupati Bantaeng juga
sudah melakukan test PCR kepada mereka dan menunggu hasilnya. Mengingat masih kondisi
2

