Page 141 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 141

PEKERJA MIGRAN DITES PCR DAN DIVAKSIN, JADI BUKTI NEGARA HADIR

              JAKARTA - Respons positif Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko dengan memberikan
              atensi untuk mencarikan solusi bagi para Pekerja Migran Indonesia yang wajib melakukan tes
              PCR dan vaksinasi Covid-19 merupakan bukti bahwa negara hadir dan menghormati keberadaan
              PMI.

              Hal tersebut menjadi bagian dari pernyataan Milenial Muslim Bersatu (MMB) yang disuarakan
              Ketua Umum MMB, Khairul Anam.

              "Hal tersebut menjadi tambahan bukti, bahwa pemerintah sangat menghargai fungsi, peran dan
              keberadaan PMI dalam pembangunan ekonomi negara kita," tambahnya.

              Update  Corona:  Positif  1.691.658  Orang,  1.547.092  Sembuh  dan  46.349  Meninggal  Berbagi
              Kebaikan, DPP Pemuda Perindo Bagikan 300 Paket Sembako di Bekasi "Hanya mungkin selama
              ini kita jarang melihat sikap-sikap kenegarawanan seperti itu, sehingga apa yang dilakukan KSP
              menjadi terkesan mengistimewakan para PMI," kata Anam.

              Tetapi  kata  Anam,  kalau  pun  KSP  memberikan  keistimewaan  kepada  para  pekerja  migran,
              sebenarnya hal itu pun wajar juga. "Bagaimana mungkin negara tidak berterima kasih, dengan
              memberi mereka perhatian dan bantuan yang diperlukan, manakala sumbangan mereka untuk
              devisa negara pun sangat tinggi?" kata dia.

              Anam  menyatakan,  selama  2020  saja  negara  telah  memperoleh  cadangan  devisa  hingga
              Rp159,6 triliun sebagai sumbangan dari aktivitas ekonomi para pekerja migran.

              Jadi  kata  dia,  kalau  pun  pada  pernyataannya  Moeldoko  menegaskan  bahwa  sewajarnya
              pemerintah memberikan perhatian dan dalam istilah Moeldoko, menghamparkan karpet merah
              kepada mereka, hal itu masih dalam batas yang sangat wajar.
              "Itu juga mencerminkan bagaimana seorang pengemban amanah publik menghormati peran
              setiap unsur anak bangsa untuk negara yang sama-sama kita cintai ini," ucap dia.

              Yang  menarik,  kata  Anam,  adalah  bagaimana  KSP  melakukan  bantuan  tersebut  tidak  dalam
              bentuk kerja-kerja 'one man show', melainkan dengan menyinkronkan dan melibatkan banyak
              pihak  yang  terlibat  di  dalamnya,  termasuk  Kemenaker,  Kemenkes,  bahkan  pihak  perbankan
              seperti BNI.

              "Pelibatan sebanyak mungkin pemangku kepentingan (stakeholder) sebagaimana yang dilakukan
              dalam kasus bantuan untuk para calon PMI ini tidak hanya merupakan terobosan aturan yang
              mempermudah  para  PMI,  melainkan  juga  langkah  cerdas  menyatukan  dan  mensinkronisasi
              berbagai pemangku kepentingan dalam hal ini," kata Anam.

              Sebagaimana diberitakan banyak media massa, dalam pemberian bantuan kepada para calon
              PMI tersebut KSP Moeldoko memang melibatkan banyak pemangku kepentingan.

              Tidak hanya Kemenaker dan Kemenkes, pigak perankan, dalam hal ini BNI, juga turut terlibat
              aktif, sehingga peluang untuk segera tercapainya solusi makin dimungkinkan.

              Seperti  dinyatakan  Dirjen  Pembinaan  Penempatan  Tenaga  Kerja  (Bina  Penta)  Kemenaker,
              Suhartono, meski dalam suasana pandemi, tahun lalu pun Indonesia mengirim sebanyak 114
              PMI Nurse dan careworker batch ke-13 ke Jepang. BNI sejak itu terlibat aktif dalam kerja sama
              yang difasilitasi pemerintah tersebut.

              Saat  ini  menurut  Suhartono,  tengah  disiapkan  pengiriman  274  calon  PMI  ke  Jepang  yang
              merupakan bagian dari perjanjian Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA).
              (maf).
                                                           140
   136   137   138   139   140   141   142   143   144   145   146