Page 168 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 168

19 tidak membebani calon PMI yang menjadi ujung tombak perolehan devisa negara di luar
              negeri.


              MOELDOKO DUKUNG TES PCR DAN VAKSINASI PEKERJA MIGRAN, BUKTI
              HADIRNYA NEGARA

              Jakarta, Respons positif Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko dengan memberikan atensi
              untuk mencarikan solusi bagi para pekerja migran Indonesia (PMI) yang wajib melakukan tes
              PCR dan vaksinasi Covid-19 merupakan bukti bahwa negara hadir dan menghormati keberadaan
              PMI. Upaya yang tengah dilakukan KSP itu berdasar keinginan agar biaya tes PCR dan vaksinasi
              Covid-19 tidak membebani calon PMI yang menjadi ujung tombak perolehan devisa negara di
              luar negeri.

              Hal tersebut menjadi bagian dari pernyataan Milenial Muslim Bersatu (MMB) yang disuarakan
              Ketua Umum MMB, Khairul Anam.

              "Pernyataan Pak Moeldoko yang mewanti-wanti semua pihak agar tidak membebani para calon
              Pekerja Migran Indonesia, dan tidak menjadikan biaya tes PCR maupun vaksinasi sebagai area
              yang  merugikan  rakyat  kecil,  menegaskan  concern  dan  hadirnya  negara  untuk  memuliakan
              mereka. Hal tersebut menjadi tambahan bukti bahwa pemerintah sangat menghargai fungsi,
              peran  dan  keberadaan  PMI  dalam  pembangunan  ekonomi  negara  kita,"  kata  Anam  melalui
              keterangan, Kamis (6/5/2021).

              Menurut Anam, sikap KSP yang memberikan perhatian kepada PMI tersebut wajar dilakukan para
              pengemban  amanah  pemerintahan  yang  sadar  akan  peran-peran  setiap  anak  bangsa  dalam
              memberikan pengabdian dan peran serta mereka kepada bangsa. "Hanya mungkin selama ini
              kita jarang melihat sikap-sikap kenegarawanan seperti itu, sehingga apa yang dilakukan KSP
              menjadi terkesan mengistimewakan para PMI," kata Anam.
              Tetapi,  kata  Anam  menambahkan,  kalau  pun  KSP  memberikan  keistimewaan  kepada  para
              pekerja migran, sebenarnya hal itu pun wajar juga. "Bagaimana mungkin negara tidak berterima
              kasih, dengan memberi mereka perhatian dan bantuan yang diperlukan, manakala sumbangan
              mereka untuk devisa negara pun sangat tinggi?" kata dia.
              Anam  menyatakan,  selama  2020  saja  negara  telah  memperoleh  cadangan  devisa  hingga  Rp
              159,6 triliun sebagai sumbangan dari aktivitas ekonomi para pekerja migran. Jadi, kata dia, kalau
              pun  pada  pernyataannya  Moeldoko  menegaskan  bahwa  sewajarnya  pemerintah  memberikan
              perhatian dan--dalam istilah Moeldoko--menghamparkan karpet merah kepada mereka, hal itu
              masih dalam batas yang sangat wajar.

              "Itu juga mencerminkan bagaimana seorang pengemban amanah publik menghormati peran
              setiap unsur anak bangsa untuk negara yang sama-sama kita cintai ini," tambah dia.
              Yang  menarik,  kata  Anam,  adalah  bagaimana  KSP  melakukan  bantuan  tersebut  tidak  dalam
              bentuk kerja-kerja one man show, melainkan dengan menyinkronkan dan melibatkan banyak
              pihak  yang  terlibat  di  dalamnya,  termasuk  Kemenaker,  Kemenkes,  bahkan  pihak  perbankan
              seperti BNI.
              "Pelibatan sebanyak mungkin pemangku kepentingan (stakeholder) sebagaimana yang dilakukan
              dalam kasus bantuan untuk para calon PMI ini tidak hanya merupakan terobosan aturan yang
              mempermudah  para  PMI,  melainkan  juga  langkah  cerdas  menyatukan  dan  mensinkronisasi
              berbagai pemangku kepentingan dalam hal ini," kata Anam.




                                                           167
   163   164   165   166   167   168   169   170   171   172   173