Page 171 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 171

Padahal, pada April lalu Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauzia telah menerbitkan surat edaran
              yang berisi keharusan perusahaan memberikan THR kepada karyawannya.
              Ida  Fauziah  meminta  perusahaan  membayarkan  tunjangan  hari  raya  (THR)  2021  kepada
              karyawan/buruh paling lama tujuh hari sebelum Lebaran.

              Hal ini dikatakan Ida pada Virtual Konferensi Pers tentang THR Tahun 2021 di Jakarta, hari Senin,
              (12/4/2021).

              "Saya tekankan bahwa THR Keagamaan wajib dibayarkan paling lama 7 hari sebelum hari raya
              keagamaan pekerja/buruh yang bersangkutan," kata Menaker Ida dilansir dari kemnaker.go.id
              Ia mengatakan bahwa pemberian THR merupakan hak bagi pekerja/buruh yang bekerja pada
              perusahaan.

              "Pemberian THR Keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada pekerja/buruh," kata dia.

              Selain itu, pemberian THR juga sebagai pemenuhan kebutuhan pekerja dan keluarganya dalam
              merayakan hari raya keagamaan.

              "Pemberian THR Keagamaan bagi pekerja/buruh merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan
              pekerja/buruh dan keluarganya dalam merayakan hari raya keagamaan." "Secara khusus, dalam
              masa  pemulihan  ekonomi  ini,  THR  tentu  dapat  menstimulus  konsumsi  masyarkat  yang
              mendorong pertumbuhan ekonomi," lanjutnya.
              Dijelaskan Ida, pembayaran THR Keagamaan wajib diberikan kepada pekerja yang telah memiliki
              masa kerja 1 bulan secara terus menerus atau lebih.

              Selain itu, THR juga diberikan kepada pekerja yang memiliki hubungan kerja dengan perusahaan
              berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu atau perjanjian kerja waktu tertentu.

              Terkait jumlah besaran, bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus
              menerus atau lebih, THR diberikan dengan ketentuan sebesar 1 bulan upah.

              Sementara  itu,  bagi  pekerja/buruh  yang  telah  mempunyai  masa  kerja  1  bulan  secara  terus
              menerus.

              Namun kurang dari 12 bulan, THR diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan
              masa kerja dibagi 12 bulan kemudian dikali 1 bulan upah.

              Selanjutnya, dalam SE juga dijelaskan bagi perusahaan yang masih terdampak pandemi Covid-
              19 dan berakibat tidak mampu memberikan THR Keagamaan tahun 2021 sesuai dengan waktu
              yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan.

              Menaker  Ida  meminta  gubernur  dan  bupati/wali  kota  agar  memberikan  solusi  dengan
              mewajibkan pengusaha melakukan dialog dengan pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan
              yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan dengan itikad baik.

              "Kesepakatan tersebut dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR Keagamaan
              dengan  syarat  paling  lambat  dibayar  sampai  sebelum  hari  raya  keagamaan  tahun  2021
              pekerja/buruh yang bersangkutan," kata Menaker Ida.








                                                           170
   166   167   168   169   170   171   172   173   174   175   176