Page 234 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 7 MEI 2021
P. 234

PASTIKAN THR KARYAWAN TERBAYARKAN, PEMKOT PAREPARE SIDAK
              PERUSAHAAN
              PAREPARE, RAKSUL - Pastikan Tunjangan Hari Raya (THR) tenaga kerja terbayarkan, Pemerintah
              Kota Parepare melalui Dinas Tenaga Kerja Kota turun melakukan inspeksi mendadak (sidak) di
              sejumlah perusahaan.

              Langkah  ini  sebagai  tindak  lanjut  Surat  Edaran  Menteri  Ketenagakerjaan  Nomor
              M/6/HK.04/IV/2021 tentang Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan 2021. Surat itu mewajibkan
              pengusaha memberikan THR kepada para pekerja paling lambat tujuh hari sebelum lebaran.

              Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Abd Latif mengatakan, sebanyak tujuh perusahaan yang dipantau
              langsung, untuk memastikan pemberian THR bagi para pekerja.

              "Sesuai dari Menteri Ketenaga kerjaan dan sesuai surat edaran Gubernur dan Walikota Parepare
              terkait  dengan  pemberian  tunjangan  hari  raya  keagamaan  bagi  pekerja  atau  buruh  di
              perusahaan yang bersangkutan. Ini hari 7 perusahaan yang kami datangi, belum ada satupun
              yang bermasalah. Semua bersedia memberikan Tunjangan Hari raya Idul Fitri, bahkan sudah
              ada yang memberikan lebih awal di tanggal 30 April karena mengingat kepadatan aktivitas yang
              dilakukan perusahaan maka dia membayar lebih awal. Ada juga yang membayar bersamaan
              dengan gajinya pada tanggal 5 kemarin. Jadi semuanya yang kami kunjungi tidak ada masalah.
              Kami bisa pantau bersama tim tidak ada masalah untuk memberikan hak-haknya,"ujar Abd. Latif
              kepada awak media di salah satu perusahaan terbesar di Kota Parepare yang berada di Lapadde,
              Kamis, (6/5/2021).

              Sementara,  tambahnya  bagi  perusahaan  yang  belum  membayarkan,  Pemerintah  terus
              memantau agar melakukan pencairan sesuai aturan yang ada, bahwa 7 hari sebelum lebaran,
              pemberian THR sudah harus dibayarkan.

              Selain melakukan pemantauan langsung, Dinas Tenaga kerja juga membuka posko pengaduan
              di Dinas Tenaga Kerja yang membidangi ketenaga kerjaan. Bagi pekerja yang merasa dirugikan
              tentu  akan  diproses  sesuai  ketentuan  yang  ada  dengan  memberi  tindakan  berupa  sanksi
              kurungan dan sanksi administrasi bagi perusahaan.

              "Bagi perusahaan yang terdampak pandemi, bisa menunda daripada pembayaran dan akan kita
              berikan  pernyataan  kepada  perusahaan  tersebut,  kapan  dia  harus  bayar  untuk  memperoleh
              haknya daripada pekerja tersebut. selama kita jalan pemantauan belum ada satupun yang akan
              menunda atau tidak setuju terkait pemberian THR ini. Jadi posko dibuka sampai lebaran, karena
              jangan sampai ada masyarakat yang baru sempat mengadu untuk memperoleh hak-haknya dari
              perusahaan itu sendiri,"ujarnya.(*).























                                                           233
   229   230   231   232   233   234   235