Page 122 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 122
Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya medukung
penyediaan pekerja terampil di sektor pariwisata, utamanya 5 destinasi wisata super prioritas di
Indonesia.
"Kita siapkan BLK dan BLKK untuk menyiapkan SDM berkualitas dan meningkatkan kompetensi
para pekerja di sektor pariwisata. Hal ini dilakukan untuk mendukung pengembangan," kata Ida
dalam siaran pers dikutip Senin (24/5/2021).
Sosialisasi Program BLK Komunitas Bidang Pariwisata ini merupakan tindak lanjut hasil dari Rakor
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi, yang menyepakati bahwa Kementerian
ketenagakerjaan memiliki tugas penting dalam penyiapan kompetensi SDM pekerja Pariwisata di
Indonesia.
Ida mengatakan, Jawa Tengah, khususnya Kawasan wisata Borobudur, merupakan salah satu
dari 5 destinasi wisata super prioritas yang menjadi fokus pembangunan bagi pemerintah, baik
dari aspek infrastruktur, sarana fasilitas, maupun dari sektor pembangunan SDM.
"Kita jadikan Kawasan Borobudur ini sebagai pilot project pengembangan destinasi wisata yang
berkualitas serta dapat terus mempertahankan budaya, kearifan local, serta wisata
berkesinambungan," ungkap Ida.
Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email Adapun BLK yang akan dibangun tersebar di 6 lokasi penyangga destinasi wisata
Borobudur, meliputi Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Magelang, Kota Magelang, Kabupaten
Purworejo, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Temanggung.
Ida berharap, lulusan program pelatihan di BLK Komunitas dapat segera terserap di dunia kerja
secara massif. Sehingga pada akhirnya mampu menurunkan angka pengangguran serta
memulihkan perekonomian Indonesia.
"Program pelatihan BLK Komunitas dibuat relevan dengan kebutuhan pasar kerja lokal, tanggap
peluang dan potensi, kreatif dan inovatif, serta memperbanyak jejaring kerja sama dengan sektor
industri," kata Ida.
Ida menambahkan, pihaknya melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan
Produktivitas juga meningkatkan kerja sama dengan asosiasi dunia usaha, pelaku ekonomi
kreatif, dan dunia industri yang berada di sekitar wilayah tersebut.
"Kita dorong setiap BLK Komunitas pariwisata untuk bermitra dengan PHRI dan asosiasi profesi
yang terkait dunia pariwisata seperti asosiasi chef, tour leader, spa, house keeping, dan lainnya.
Kita harapkan lulusan BLK komunitas dapat terserap pasar kerja di sektor pariwisata," sebut dia.
121

