Page 95 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 25 MEI 2021
P. 95

"Ada  6  permasalahan  sekurang-kurangnya  terkait  dengan  tata  kelola  dalam  implementasi
              jaminan sosial pekerja migran Indonesia. Yang pertama belum ter- cover- nya perlindungan bagi
              PMI yang mengalami kecelakaan kerja dan membutuhkan perawatan di negara penempatan,"
              kata Menaker dalam Raker bersama Komisi IX DPR RI, secara virtual, Senin (24/5/2021).

              Kemudian, masalah kedua terkait manfaat JKK dan JKM yang belum sejalan dengan PP 82 Tahun
              2019 tentang perubahan atas PP No 44 tahun 2015 tentang penyelenggaraan program JKK dan
              JKM.

              Padahal  sudah  jelas  dalam  PP  82  Tahun  2019,  menghimpun  terkait  manfaat  program  JKK
              sebelum dan setelah bekerja, perlindungan atas risiko kecelakaan yang terjadi dalam hubungan
              kerja termasuk kecelakaan yang terjadi dalam perjalanan dari rumah menuju tempat kerja atau
              sebaliknya.

              Atau perawatan dan pengobatan bagi pekerja migran yang terkena penyakit di lingkungan kerja,
              penggantian biaya pengangkutan santunan cacat, santunan kematian akibat kecelakaan kerja.
              Kemudian manfaat program JKK selama bekerja mulai dari penggantian biaya pengangkutan ke
              rumah sakit, santunan cacat, santunan kematian, santunan berkala bantuan bagi PMI yang di
              PHK.

              Tidak  hanya  itu,  perlunya  ada  penggantian  biaya  tiket  pesawat  bagi  pekerja  migran  yang
              mengalami kecelakaan, biaya rehabilitasi, beasiswa pendidikan atau pelatihan kerja bagi dua
              anak PMI, kerugian atas tindakan pihak lain selama pulang dan resiko gagal ditempatkan bukan
              karena kesalahan pekerja migran.

              "Ini manfaat program JKK," imbuh Menaker .

              Selanjutnya, Menaker Ida juga menyebutkan manfaat JKM bagi pekerja migran, diantaranya
              jaminan kematian manfaat uang tunai yang diberikan kepada ahli waris ketika meninggal dunia
              bukan akibat kecelakaan kerja, santunan kematian dan pemakaman meliputi selama bekerja dan
              sebelum dan setelah bekerja dan beasiswa 2 anak PMI.

              Menaker melanjutkan, permasalahan ketiga, adanya persyaratan lain dalam pengajuan klaim di
              luar persyaratan yang sudah diatur dalam Permenaker 18 tahun 2018 tentang Jamsostek PMI.

              Keempat, belum adanya bantuan bagi anak PMI yang belum memasuki jenjang pendidikan, dan
              orang tuanya apabila mengalami cacat total atau meninggal dunia. Kelima, terbatasnya akses
              bagi  PMI  yang  akan  melakukan  perpanjangan  kepesertaan  dari  negara  penempatan  dalam
              pembayaran iuran.

              "Keenam,  pengajuan  klaim  masih  bersifat  manual  sehingga  kesulitan  dalam  mengetahui
              kemajuan klaimnya," ujar Menaker Ida.

              Demikian, untuk menyelesaikan 6 permasalahan tata kelola tersebut, Kemnaker akan melakukan
              dua hal. Pertama, mendorong Pelaksanaan Pasal 29 ayat (4) Undang undang Nomor 18 tahun
              2017 mengenai Kerjasama antar BPJS Ketenagakerjaan dengan Lembaga Pemerintah dan/atau
              Swasta untuk mengcover risiko yang belum/tidak bisa dicakup oleh BPJS Ketenagakerjaan.

              "Kedua,  mendorong  BPJS  Ketenagakerjaan  untuk  menyusun  action  plan  dalam
              mengimplementasikan  peraturan  menteri  ketenagakerjaan  tentang  jaminan  sosial  bagi  PMI,
              serta Pelaksanaan Pelaporan sesuai Pasal 38 Permenaker No. 18 Tahun 2018, sebagai dasar
              Evaluasi pelaksanaan Jaminan sosial bagi PMI," pungkasnya.





                                                           94
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100