Page 404 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 404

TAK LAGI BOLEH DICICIL, PEMBAYARAN THR DI KOTA TEGAL HARUS DIBAYAR
              PENUH
              TEGAL, - Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Tegal R. Heru Setyawan
              meminta perusahaan untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya ( THR ) keagamaan tahun ini
              secara penuh, tidak dicicil seperti tahun awal pandemi Covid-19.

              "Tahun  2020  pembayaran  THR  bisa  dicicil  selama  belum  berganti  tahun.  Tahun  ini  harus
              dibayarkan sekaligus paling lambat H-7 Lebaran," kata Heru kepada wartawan, di kantornya,
              Jumat (16/4/2021).

              Heru menyebut, aturan pemberian THR bagi pekerja dan buruh ini tertuang dalam Surat Edaran
              Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) No. M/6/HK.04/IV/2021 yang kemudian diteruskan
              dengan SE Wali Kota Tegal.

              Disampaikan  Heru, di tahun  2020  pengusaha  diberikan  kelonggaran  pemberian  THR  dengan
              alasan  kelangsungan  usaha  di  tengah  pandemi  Covid-19,  seperti  perusahaan  di  bidang  jasa
              pariwisata yang paling terdampak.

              Sementara  bagi  perusahaan  yang  masih  terdampak  pandemi  Covid-19  dan  belum  mampu
              membayar  THR  kali  ini,  harus  membuktikan  ketidakmampuannya  dengan  laporan  keuangan
              secara transparan.

              "Meski terdampak pandemi tidak menghilangkan kewajiban membayar THR. Karena perusahaan
              yang terdampak masih disebut dalam SE Menteri," kata Heru.

              Untuk itu, dengan dimediator Disnakerin, perusahaan agar berdialog bersama pekerjanya agar
              menemukan solusi terbaik pembayaran THR yang menjadi hak pekerja.

              "Perusahaan bisa berdialog dengan melampirkan laporan keuangan yang transparan," kata Heru.

              Heru mengatakan, SE Menteri dan Wali Kota Tegal akan diedarkan ke seluruh perusahaan di
              Kota Tegal mulai awal pekan depan.

              "SE awal pekan depan harus sudah diedarkan," kata Heru.

              Pihaknya juga siap menerima aduan terkait pembayaran THR.

              Tak hanya menerima aduan secara langsung di kantornya, pekerja juga bisa mengadukan secara
              daring.

              "Posko aduan terkait THR juga akan dibentuk, baik offline di kantor sini maupun pengaduan
              secara online," sebut Heru.

              Mediator  Hubungan  Industrial  Disnakerin  Kota  Tegal,  Mujiharti  mengungkapkan,  ada  42
              perusahaan besar di Kota Tegal yang mempekerjakan masing-masing di atas 100 karyawan.

              Selain perusahaan besar, ada pula 554 perusahaan menengah dimana masing-masing memiliki
              pekerja di bawah 100 orang.

              Meski  tidak  menyebut  berapa  perusahaan  yang  masih  terdampak  pandemi,  Mujiharti
              mengungkapkan, paling besar terdampak adalah perusahaan yang bergerak di jasa pariwisata
              seperti perhotelan.
              "Sektor pariwisata memang paling terdampak Covid-19, khususnya hotel. Ketika belum mampu
              membayar THR maka harus digelar dialog antara perusahaan dan pekerja dengan dimediatori
              oleh kami," sebutnya.

                                                           403
   399   400   401   402   403   404   405   406   407   408   409