Page 400 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 400

Menanggapi  hal  tersebut,  Calon  Ketua  Umum  Kadin  Arsjad  Rasjid  mengatakan  seluruh
              perusahaan  pasti  berkomitmen  untuk  melaksanakan  kewajibannya  dalam  membayar  THR
              pegawai.  Meskipun,  dalam  situasi  pandemi  Covid-19  banyak  tantangan  yang  dihadapi  oleh
              pengusaha.

              "Semua perusahaan itu banyak tantangan yang ada. Kalau saya yakin seluruh perusahaan ingin
              membayarkan THR tetapi balik lagi tadi bahwa kondisi sangat bermacam-macam," ujarnya saat
              ditemui di Kantor Kadin DKI, Jakarta, Jumat (16/4/2021).

              Dengan kondisi yang berbeda-beda tersebut, lanjut Arsjad, setiap perusahaan harus menyiapkan
              strategi tersendiri untuk bisa membayarkan THR kepada karyawannya.

              "Setiap perusahaan akan melihat ini. Seharusnya kalau komitmen semuanya perusahaan pasti
              punya komitmen apalagi kalau pekerja adalah partner perusahaan dan Indonesia. Buat saya
              sendiri, ya saya merasa setiap pengusaha harus ingin membayar THR tetapi kondisinya harus
              dilihat bagaimana setiap perusahaan dapat mengantisipasi hal itu," jelasnya.
              Sebagai  informasi,  Pemerintah  melalui  Kementerian  Ketenagakerjaan  sudah  meneken  surat
              edaran mengenai pembayaran tunjangan hari raya (THR) 2021. Kabar gembirannya bagi para
              pekerja swasta dan buru, edaran mengenai THR ini berbeda dengan tahun lalu.

              Pada tahun ini pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan M/6/HK.04/IV/2021
              mewajibkan para pengusaha untuk melakukan pembayaran tunjangan THR keagamaan tahun
              2021  secara  penuh  tanpa  dicicil.  Sedangkan  pada  tahun  lalu,  pengusaha  diperbolehkan
              membayarkan THR dengan cara dicicil. (ind).













































                                                           399
   395   396   397   398   399   400   401   402   403   404   405