Page 412 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 412

"Pemberian THR keagamaan merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh pengusaha
              kepada pekerja/buruh," ujar Menaker Ida dalam virtual konferensi pers tentang THR Tahun 2021
              di Jakarta pada Senin (12/4/2021).

              Lantas,  seperti  apa  skema  penghitungan  besaran  THR  keagamaan  untuk  pekerja/buruh?
              Pembayaran THR keagamaan sesuai dengan PP Nomor 36 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri
              Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2016 tersebut dilaksanakan dengan memperhatikan beberapa
              hal, yakni: Sementara, untuk besaran THR keagamaan diberikan dengan ketentuan:

              1. Bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus-menerus atau lebih,
              diberikan sebesar 1 bulan upah.

              2. Bagi pekerja/buruh yang telah mempunyai masa kerja 1 bulan secara terus-menerus tetapi
              kurang dari 12 bulan, diberikan secara proporsional sesuai dengan penghitungan: (masa kerja
              dibagi 12) dikali dengan 1 bulan upah.

              3. Bagi pekerja/buruh yang bekerja berdasarkan perjanjian kerja harian, upah 1 bulan dihitung
              sebagai berikut: Selain itu, Menaker Ida juga mengungkapkan adanya sanksi dan denda bagi
              perusahaan atau pengusaha yang telat membayarkan THR 2021 secara penuh sesuai aturan
              yang berlaku.

              "Terkait denda, pengusaha yang terlambat membayar THR keagamaan kepada pekerja atau
              buruh dikenai denda sebesar 5 persen dari total THR yang harus dibayar sejak berakhirnya batas
              waktu kewajiban pengusaha untuk membayar," katanya lagi.

              Diketahui, sanksi administratif diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang
              Pengupahan  Pasal  9  ayat  1  dan  2.  Dalam  aturan  disebutkan,  bagi  perusahaan  yang  tidak
              membayar THR keagamaan kepada pekerja/buruh dalam waktu yang ditentukan paling lambat
              7 hari sebelum hari keagamaan akan dikenai sanksi administratif.

              Sanksi  administratif  berupa  teguran  tertulis,  pembatasan  kegiatan  usaha,  penghentian
              sementara sebagian atau seluruh alat produksi, dan pembekuan kegiatan usaha. Menaker Ida
              menambahkan,  semua  sanksi  administratif  dan  denda  kepada  pengusaha  yang  tidak
              membayarkan THR tidak menghilangkan kewajiban pengusaha atau keterlambatan pembayaran
              THR keagamaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.
              Lantaran masih terdampak pandemi corona, bagi perusahan yang tidak mampu memberikan
              THR keagamaan 2021 sesuai waktu yang ditentukan, maka akan diminta pembuktiannya.

              Artinya,  perusahaan  bisa  membuktikan  ketidakmampuan  untuk  membayar  THR  keagamaan
              tahun 2021 secara tepat waktu kepada pekerja/buruh, berdasarkan laporan keuangan internal
              perusahaan yang transparan.

              Namun,  jika  perusahaan  tetap  tidak  mampu  membayarkan  THR  sesuai  dengan  aturan  yang
              berlaku, perusahaan akan dikenakan denda. Selain itu, Menaker juga meminta gubernur dan
              bupati/wali  kota  agar  memberikan  solusi  dengan  mewajibkan  pengusaha  melakukan  dialog
              dengan pekerja/buruh untuk mencapai kesepakatan yang dilaksanakan secara kekeluargaan dan
              dengan itikad baik.

              Adapun kesepakatan itu dibuat secara tertulis dan memuat waktu pembayaran THR keagamaan
              dengan syarat paling lambat dibayar sampai sebelum hari raya keagamaan 2021 pekerja/buruh
              yang bersangkutan.

              "Perusahaan yang melakukan kesepakatan dengan pekerja atau buruh agar melaporkan hasil
              kesepakatan  kepada  dinas  yang  menyelenggarakan  urusan  pemerintahan  di  bidang
              ketenagakerjaan setempat," imbuhnya.

                                                           411
   407   408   409   410   411   412   413   414   415   416   417