Page 416 - e-KLIPING KETENAGAKERJAAN 19 April 2021
P. 416
Ke-11 pejabat Pimpinan Tinggi Madya yang dilantik yakni Anwar Sanusi sebagai Sekretaris
Jenderal; Budi Hartawan sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Pembinaan Pelatihan Vokasi dan
Produktivitas; Suhartono sebagai Dirjen Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan
Kesempatan Kerja; Haiyani Rumondang sebagai Dirjen Pembinaan Pengawasan
Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kerja (Binwasnaker & K3); Bambang Satrio Lelono sebagai
Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Ketenagakerjaan; Aris Wahyudi sebagai Staf Ahli
Bidang Ekonomi Ketenagakerjaan ; Tri Retno Isnaningsih sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan
Internasional; dan Ruslan Irianto Simbolon sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Antarlembaga.
Tiga Pejabat Tinggi Madya lainnya yang dilantik yakni Indah Anggoro Putri sebagai Dirjen
Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja; Estiarty Haryani sebagai
Inspektur Jenderal (Irjen); dan Ismail Pakaya sebagai Staf Ahli bidang Sosial Politik dan
Kebijakan Publik.
Dalam sambutannya, Menaker Ida mengingatkan bahwa jabatan Tinggi Madya merupakan ujung
tombak yang membantu Menaker untuk merumuskan dan penentu eksekusi kebijakan di
lapangan, sehingga sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas Kemnaker. Pejabat
Pimpinan Tinggi Madya sekaligus juga merupakan posisi kunci dalam sinergitas dengan unit-unit
kerja lainnya.
"Demi kemajuan organisasi, dengan pelantikan jabatan Pimpinan Tinggi Madya ini maka seluruh
jajarannya segera dapat bekerja secara maksimal, bekerja keras, dan kerja cerdas serta
menghilangkan ego-ego unitoral yang bakal menghambat kinerja Kemnaker secara
keseluruhan," kata Menaker Ida di Ruang Tri Dharma Kemnaker, Jakarta, Jumat (16/4/2021).
"Saya tegaskan dan ingatkan bahwa tidak ada visi/misi eselon 1. Yang ada adalah visi Presiden
yang dijabarkan melalui kebijakan-kebijakan Menteri Ketenagakerjaan," ujar Menaker Ida.
Dengan perubahan organisasi dan jabatan pimpinan tinggi madya yang saat ini sudah terisi,
Menaker Ida berharap Pimpinan Tinggi Madya yang baru dilantik segera menyesuaikan diri dan
melakukan konsolidasi internal. Penataan organisasi hendaknya diikuti dengan penataan personil
pelaksana yang tepat,sehingga target-target program kerja yang sudah disusun diawal tahun
dapat dicapai.
Menaker Ida mengatakan dalam SOTK Kemnaker yang baru ini ada beberapa perubahan
nomenklatur, penggabungan dan penghapusan struktur organisasi di level eselon I. "Hal ini
mengharuskan Kemnaker untuk mengukuhkan kembali pejabat-pejabat eselon I yang saat ini
sedang menjabat, "kata Menaker Ida.
Menaker Ida juga menjelaskan ketiga pejabat yaitu Indah Anggoro Putri, Estyarti Lukita, dan
Ismail Pakaya yang dilantik tersebut merupakan hasil seleksi jabatan Pimpinan Tinggi Madya
yang dimulai pada tanggal 9 November 2020 - 8 Januari 2021 dan telah disampaikan kepada
Presiden melalui Tim Penilai Akhir (TPA) di Sekretaris Kabinet hingga keluarnya SK pelantikan.
Seluruh proses pengisian jabatan pimpinan tinggi madya sudah mendapatkan arahan dan
rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
"Saya berharap dengan dilaksanakannya proses seleksi terbuka yang ketat tersebut, Kemnaker
telah mendapatkan SDM dengan kompetensi tepat dan terbaik untuk ditempatkan dalam jabatan
Pimpinan Tinggi Madya yang tepat," ujar Ida Fauziyah.
415

